Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, makna kemerdekaan harus dirasakan secara nyata dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui penguatan kemandirian ekonomi dan perluasan kesempatan bagi pelaku usaha lokal.
Hal itu disampaikan Zulhidayat saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut diikuti para kepala perangkat daerah serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutan Wali Kota Tanjungpinang yang dibacakannya, Zulhidayat mengatakan, tema peringatan HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, tidak boleh berhenti sebagai slogan. Tema itu harus diterjemahkan dalam kebijakan dan pembangunan daerah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Menurut dia, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mempertahankan wilayah, tetapi juga mencakup kemampuan daerah membangun kekuatan ekonomi secara mandiri serta menjaga identitas budayanya.
“Kota Tanjungpinang, sebagai etalase kebudayaan Melayu dan beranda terdepan di wilayah kepulauan, harus terus berdaulat mempertahankan identitasnya,” kata Zulhidayat.
Ia mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. Selain memperkuat perekonomian daerah, keberpihakan terhadap produk lokal dinilai dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertahan dan berkembang.
Masyarakat juga diajak menjaga warisan sejarah dan kebudayaan yang menjadi identitas Kota Tanjungpinang, termasuk Pulau Penyengat dan Gurindam Dua Belas.
Semangat membangun kemandirian ekonomi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan bazar dan operasi pasar murah setelah upacara. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang itu melibatkan pelaku UMKM serta petani lokal.
Zulhidayat mengajak ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang ikut menggerakkan roda perekonomian daerah dengan membeli produk UMKM dan hasil pertanian yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
“Paling tidak, kita bisa membantu UMKM dalam rangka Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Menurut Zulhidayat, dukungan terhadap produk UMKM dan hasil pertanian lokal merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Partisipasi ASN dan masyarakat dalam membeli produk lokal juga diharapkan dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha.
Selain melalui kemandirian ekonomi, makna kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam pembangunan yang adil. Pemerintah Kota Tanjungpinang, kata dia, terus berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta pemberian ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Sementara itu, kemakmuran perlu dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Seluruh unsur tersebut memiliki peran dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Tanjungpinang.
Potensi kemaritiman, pariwisata sejarah, dan perdagangan dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jika roda ekonomi berputar dengan baik, jika lapangan kerja terbuka lebar bagi generasi muda kita, maka kemakmuran yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa akan nyata hadir di Bumi Gurindam,” tutur Zulhidayat.
Ia juga mengajak seluruh ASN mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian sesuai tugas serta bidang masing-masing. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari tanggung jawab aparatur pemerintah.
Menurut dia, Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika ekonomi global, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Berbagai tantangan tersebut harus dihadapi dengan optimisme, kerja sama, dan semangat gotong royong. Pemerintah dan masyarakat perlu berjalan bersama agar pembangunan tetap berlangsung dan memberikan manfaat secara merata.
“Perjalanan usia 81 tahun Republik Indonesia adalah bukti bahwa kita bangsa yang tangguh. Tantangan ke depan tidak boleh membuat kita gentar,” kata Zulhidayat.











