Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menyalurkan bantuan ternak berupa 766 ekor domba Garut kepada puluhan kelompok peternak rakyat sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem.
Sebanyak 34 kelompok peternak menjadi penerima manfaat program tersebut yang difokuskan bagi keluarga dalam kategori desil 1 dan 2, yakni kelompok miskin rentan dan miskin ekstrem.
Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Irvan Pramerta, mengatakan program ini merupakan bagian dari percepatan penghapusan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
“Bantuan ini kami salurkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha ternak,” ujar Irvan, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap kelompok menerima delapan ekor domba yang terdiri dari tujuh ekor betina dan satu ekor jantan, dengan jumlah anggota kelompok berkisar 10 hingga 15 orang.
Menurut Irvan, harga domba Garut di pasaran saat ini berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp7 juta per ekor, sehingga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.
Pemerintah daerah menargetkan Kabupaten Lebak ke depan dapat menjadi sentra produksi domba. Selama ini, kebutuhan domba, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha, masih dipasok dari daerah lain seperti Cianjur dan Garut, Jawa Barat.
“Kami ingin Lebak mampu memenuhi kebutuhan domba sendiri, bahkan menjadi daerah penghasil,” katanya.
Berdasarkan data Disnakeswan, hingga Maret 2026 populasi domba di Kabupaten Lebak mencapai 62.482 ekor, sedangkan kambing sebanyak 44.049 ekor. Meski mengalami peningkatan setiap tahun, pertumbuhan tersebut dinilai belum signifikan.
Untuk itu, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas peternak melalui bimbingan teknis (bimtek). Selain itu, petugas juga melakukan pendampingan langsung ke kelompok peternak, termasuk pemberian suplemen, obat, serta pemeriksaan kesehatan hewan.
“Kami dorong populasi ternak meningkat agar bisa mewujudkan swasembada daging sekaligus memutus mata rantai kemiskinan,” kata Irvan.
Sementara itu, Ahmad, peternak asal Kecamatan Gunungkencana, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia berharap domba yang diterima dapat berkembang biak dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompoknya.
“Kami berharap bantuan ini bisa berkembang dan meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujarnya.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








