Tanjungpinang Berpeluang Raih Penghargaan Kemendagri 2026, Fokus Tekan Stunting dan Kemiskinan

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Kota Tanjungpinang masuk dalam daftar nominasi penilaian kinerja pemerintah daerah oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026.

Dari total 36 daerah yang terdiri atas provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia, Tanjungpinang menjadi salah satu kandidat penerima penghargaan untuk kategori kota.

Masuknya Tanjungpinang dalam nominasi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk menunjukkan capaian kinerja dalam menekan angka kemiskinan dan stunting. Selain itu, daerah juga berpeluang memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut, meski waktu persiapan yang dimiliki relatif terbatas.

“Ini adalah ikhtiar bersama. Kami mohon dukungan semua pihak agar Tanjungpinang dapat memberikan hasil terbaik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Rustam dalam rapat koordinasi di ruang rapat utama Bappelitbang Tanjungpinang, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, proses verifikasi oleh tim penilai Kemendagri dijadwalkan berlangsung pada Rabu pukul 14.00 WIB secara daring. Dalam tahap tersebut, seluruh dokumen dan paparan akan disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat.

Zulhidayat menekankan pentingnya kekompakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menghadapi proses penilaian.

“Saat penilaian nanti, maksimalkan kekompakan dan sampaikan argumentasi dari program yang telah dijalankan masing-masing OPD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Tri Cahyo Wibowo, mengatakan pihaknya telah menerima radiogram dari Kemendagri terkait pelaksanaan penilaian tersebut.

Menurut dia, saat ini proses penilaian telah memasuki tahap akhir berupa verifikasi, validasi, dan konfirmasi oleh tim penilai Kemendagri.

Tahapan ini dilakukan untuk mencocokkan data dengan kondisi di lapangan, sekaligus menilai implementasi berbagai program prioritas, seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, layanan cek kesehatan gratis, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta program unggulan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Selain itu, tim penilai juga akan melihat dampak nyata program-program tersebut terhadap masyarakat.

Adapun ruang lingkup penilaian meliputi kinerja konvergensi percepatan penurunan stunting (P3S), capaian layanan, konvergensi desa, laju penurunan stunting, hingga inovasi daerah seperti program Genting.

Tak hanya itu, aspek pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem juga menjadi indikator penting dalam penilaian.

“Penilaian ini bukan sekadar laporan. Tim akan melihat langsung pelaksanaan program, sehingga semua pihak harus benar-benar siap,” kata Cahyo.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Endang Susilawati, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Efendi, serta perwakilan dari Diskominfo, PUPR, Perkim, Prokompim, camat, dan lurah..

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *