Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pengelola Terminal Kalideres, Jakarta Barat, membagikan masker kepada penumpang, pengemudi, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan terminal, Minggu (6/9/2026).
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi dampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat serta memastikan pelayanan transportasi tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
Masker dibagikan kepada kelompok masyarakat yang banyak beraktivitas di ruang terbuka dan memiliki mobilitas tinggi. Selain penumpang dan pengemudi bus, pembagian masker menyasar pedagang, petugas terminal, serta pengguna jasa transportasi lainnya.
Kepala Terminal Kalideres Nur Prasetyo mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kesiapsiagaan pengelola terminal dalam menghadapi kemungkinan penurunan kualitas udara akibat abu vulkanik.
Menurut dia, kawasan terminal menjadi salah satu tempat dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.
“Kami melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada penumpang, pengemudi, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas di Terminal Kalideres,” kata Nur, Minggu.
“Ini sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan dampak abu vulkanik,” sambungnya.
Nur menjelaskan, penggunaan masker penting bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak debu atau abu vulkanik. Masker diharapkan dapat mengurangi masuknya partikel ke saluran pernapasan.
Pengemudi dan penumpang menjadi kelompok yang mendapat perhatian karena aktivitas mereka berkaitan langsung dengan perjalanan dan mobilitas antardaerah.
Sementara itu, pedagang dan petugas terminal juga banyak menghabiskan waktu di area terbuka sehingga perlu mendapatkan perlindungan yang memadai.
Nur mengatakan, kegiatan operasional dan pelayanan transportasi di Terminal Kalideres sejauh ini tetap berjalan. Namun, pengelola terminal terus memperhatikan kondisi lingkungan dan perkembangan situasi dari instansi berwenang.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan potensi gangguan terhadap pelayanan transportasi dapat diantisipasi sejak dini.
Apabila terdapat perkembangan yang berpotensi memengaruhi kegiatan di terminal, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyesuaikan langkah pelayanan sesuai kebutuhan.
“Yang paling penting, masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Kami mengimbau penumpang maupun pengemudi untuk menggunakan masker dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang,” ujar Nur.
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai aktivitas gunung berapi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi yang tidak terverifikasi dinilai dapat menimbulkan kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat.
Penumpang dan pengemudi diimbau memperoleh informasi dari pemerintah, petugas kebencanaan, pengelola terminal, serta lembaga resmi yang memantau aktivitas gunung berapi.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing saat melakukan perjalanan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan setelah terpapar debu, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
Pengelola terminal juga mengingatkan pengguna jasa agar menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan terminal.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting karena Terminal Kalideres merupakan salah satu simpul transportasi darat di Jakarta Barat yang melayani mobilitas masyarakat. Aktivitas penumpang, awak bus, pedagang, dan petugas berlangsung hampir sepanjang hari di sejumlah bagian terminal.
Pembagian masker diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan diri perlu dilakukan sejak awal. Upaya sederhana tersebut juga menjadi bagian dari mitigasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan apabila kualitas udara memburuk.
Nur menegaskan, pengelola Terminal Kalideres akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan situasi di lingkungan terminal.
Koordinasi dengan pihak terkait juga akan dilakukan apabila terdapat informasi resmi yang memerlukan tindak lanjut, baik dalam bentuk penyesuaian pelayanan, penyampaian imbauan, maupun langkah perlindungan tambahan bagi masyarakat.
Pengelola terminal berharap masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara tertib tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan.
Dengan kesiapsiagaan petugas serta kepatuhan pengguna jasa terhadap imbauan yang diberikan, aktivitas pelayanan transportasi di Terminal Kalideres diharapkan dapat terus berjalan dengan aman dan lancar.
Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan tanpa menimbulkan kepanikan.
Masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat diperlukan, menjaga kesehatan, serta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari instansi berwenang.













