ARBM Gagas Open Donasi, Simbol Perlawanan atas Ketidakadilan di Lebak

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Koalisi Rakyat Bersatu Melawan (ARBM) menggagas gerakan Open Donasi yang tidak hanya menjadi aksi solidaritas sosial, tetapi juga simbol perlawanan terhadap berbagai persoalan yang masih menghantui masyarakat kecil di Kabupaten Lebak.

“Tujuan Open Donasi mengajak rakyat untuk membuka mata, membuka hati nurani demi perubahan di Kabupaten Lebak,” ujar aktivis ARBM, Andi Amrillah, dalam seruannya di Rangkasbitung, Jumat (19/9/2025).

Deretan Persoalan di Lebak

ARBM menilai, ada banyak masalah mendasar yang belum terselesaikan, mulai dari penegakan hukum yang dinilai tumpul hingga layanan publik yang jauh dari harapan. Beberapa di antaranya:

• Penegakan hukum lebih condong kompromi, tidak tegas memberantas korupsi.

• Bantuan untuk rakyat miskin tidak transparan dan tidak merata.

• Pelayanan kesehatan dinilai sinis dan tidak humanis.

• Administrasi berbelit mulai dari desa hingga dinas sosial.

• Dana Program Indonesia Pintar (PIP) rawan penyelewengan.

• Tambang ilegal merajalela dan merusak lingkungan.

• Pengangguran tinggi dan tak terurus.

• Kinerja BUMD buruk, distribusi PDAM sering macet dan air keruh.

• Program LKM tidak dirasakan manfaatnya.

• Gaji DPRD tinggi, dinilai tak sebanding dengan kinerja.

• Rumah tak layak huni masih banyak belum tersentuh bantuan.

• E-parking dinilai mencekik rakyat kecil demi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

• Pertanian terabaikan, petani bekerja tanpa dukungan nyata.

• Program makan siang gratis dinilai gagal.

• Premanisme dan intimidasi oknum suruhan pejabat masih terjadi.

• Dana CSR tidak tepat sasaran.

• Kinerja Inspektorat dipertanyakan.

• Tunjangan pejabat tidak transparan.

“Jika suara tangisan tak didengar, jika keadilan hanya jadi bayangan, sementara pengangguran merajalela dan rakyat diperas demi PAD, tidak ada kata lain selain turun ke jalan dan melawan,” tegas aktivis ARBM, Fam Fuk Tjhong.

Solidaritas Melalui Donasi

Posko Open Donasi akan dibuka pada Minggu (22/9/2025) untuk menerima bantuan berupa air mineral, mie instan, dana, dan kebutuhan lain. Gerakan ini, menurut ARBM, merupakan bentuk nyata solidaritas sekaligus perlawanan rakyat.

Senada, Ketua Umum LSM PBR, Sutisna, mengajak masyarakat Lebak bersatu dan bangkit demi perubahan.

“Kami mengajak seluas-luasnya masyarakat untuk bersatu demi masa depan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Melawan dengan aksi solidaritas, menyampaikan aspirasi di muka umum secara damai namun tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu (17/9/2025), ARBM telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Lebak. Dalam aksinya, mereka menyoroti tunjangan DPRD, maraknya tambang ilegal, serta sejumlah kebijakan lain yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *