Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi sebuah keluarga yang mengalami kerawanan sosial dan ekonomi di Kelurahan Sungai Jang. Bersama pihak kelurahan dan Ketua RT setempat, Dinsos melakukan penjangkauan sekaligus asesmen untuk memastikan kebutuhan penanganan yang diperlukan keluarga tersebut.
Kegiatan asesmen dilakukan di Kelurahan Sungai Jang, Selasa (21/7/2026), sebagai langkah awal dalam menentukan bentuk pendampingan yang akan diberikan kepada keluarga tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Endang Susilawati, mengatakan laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan mengunjungi kediaman keluarga guna melihat secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan anggota keluarga.
Menurut Endang, asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dan intervensi yang diberikan pemerintah sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi keluarga.
“Kami bersama pihak kelurahan dan RT melakukan penjangkauan untuk melihat langsung kondisi keluarga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang diperlukan,” ujar Endang.
Dari hasil asesmen awal, petugas menemukan seorang nenek dalam keluarga tersebut menderita penyakit kista yang menyebabkan pembesaran pada bagian perut dan memerlukan tindakan operasi.
Selain itu, anak dari nenek tersebut juga diketahui merupakan penyandang disabilitas pada kedua tangannya, sehingga kondisi keluarga dinilai membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.
Endang menjelaskan, tim juga melakukan pengecekan terhadap kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Hasilnya, kepesertaan keluarga tersebut masih aktif dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama di Puskesmas Tanjung Unggat.
Meski demikian, proses penanganan medis masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak.
Menurut dia, rencana tindakan operasi terhadap pasien masih memerlukan koordinasi lanjutan karena terdapat persoalan dalam pemanfaatan layanan BPJS.
Selain itu, apabila tindakan medis harus dilakukan di luar daerah, keluarga juga mengalami kesulitan menyiapkan pendamping pasien mengingat anggota keluarga lainnya juga sedang mengalami gangguan kesehatan.
“Keluarga ini tinggal di rumah kontrakan dan berada dalam kondisi rawan sosial ekonomi. Hasil asesmen lanjutan akan menjadi dasar kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan bentuk pendampingan yang dibutuhkan,” kata Endang.
Ia menegaskan, Dinas Sosial akan terus melakukan pendampingan sesuai hasil asesmen serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar keluarga memperoleh layanan sosial maupun kesehatan secara optimal.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mengakses berbagai program bantuan pemerintah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Sementara itu, Lurah Sungai Jang, Honggo Zulfika, mengatakan pihak kelurahan akan terus mendampingi keluarga tersebut selama proses penanganan berlangsung.
Menurut dia, koordinasi dengan Dinas Sosial, Ketua RT, serta instansi terkait akan terus dilakukan agar seluruh kebutuhan keluarga dapat ditangani secara terpadu.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak terkait agar keluarga ini memperoleh pendampingan serta penanganan sesuai kebutuhan,” ujar Honggo.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, perangkat wilayah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membantu warga yang menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi.
Melalui langkah penjangkauan dan asesmen tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap penanganan terhadap keluarga rentan dapat dilakukan secara tepat sasaran, sehingga kebutuhan layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan bantuan lainnya dapat segera diberikan sesuai kondisi yang dihadapi keluarga.














