Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) membekali peserta didik baru SMAN 1 Teluk Kuantan dengan pemahaman tentang literasi digital melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Edukasi tersebut diberikan sebagai upaya membentuk generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi informasi secara cerdas, aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Teluk Kuantan, Rabu (8/7/2026), menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfoss Kabupaten Kuantan Singingi Hevi H. Antoni yang diwakili oleh Aperta Putra sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Literasi Digital” kepada para peserta didik baru.
Penyampaian materi literasi digital menjadi bagian dari pembekalan awal bagi siswa yang akan memasuki jenjang pendidikan menengah atas. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga dimanfaatkan untuk memperkuat wawasan peserta didik mengenai berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk penggunaan teknologi digital yang semakin masif.
Dalam paparannya, Aperta Putra menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Internet dan perangkat digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berkomunikasi, mengakses informasi, hingga mendukung proses belajar mengajar.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara tepat. Berbagai sumber belajar kini dapat diakses dengan mudah, komunikasi menjadi lebih cepat, dan peluang mengembangkan kreativitas semakin terbuka luas.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, ruang digital juga menyimpan berbagai tantangan yang harus dipahami sejak dini oleh para pelajar.
Ia mengingatkan peserta didik agar lebih waspada terhadap berbagai ancaman di dunia maya, seperti penyebaran berita bohong atau hoaks, penipuan daring, perundungan siber (cyberbullying), penyalahgunaan media sosial, hingga maraknya praktik judi online yang belakangan semakin menyasar kalangan remaja.
Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi saja dinilai belum cukup. Generasi muda juga harus memiliki kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia digital, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.
“Adik-adik merupakan generasi yang lahir dan tumbuh di era digital. Karena itu, manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, serta jauhi segala bentuk aktivitas negatif di ruang digital, termasuk judi online yang dapat merusak masa depan,” kata Aperta Putra.
Selain mengajak siswa memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, ia juga menekankan pentingnya menjaga jejak digital yang baik. Menurutnya, setiap aktivitas di media sosial dapat meninggalkan rekam jejak yang akan berdampak terhadap kehidupan seseorang di masa mendatang.
Oleh sebab itu, peserta didik diminta lebih bijak saat mengunggah maupun membagikan konten di media sosial. Mereka juga diingatkan agar menghormati orang lain, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum di ruang digital.
Tak hanya itu, Aperta juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Informasi pribadi seperti nomor telepon, kata sandi, identitas diri, hingga data keluarga tidak boleh dibagikan secara sembarangan kepada pihak yang tidak dikenal karena berpotensi disalahgunakan.
Menurutnya, literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami etika digital, menjaga keamanan informasi, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas diri.
Melalui pemahaman tersebut, para siswa diharapkan mampu menggunakan internet sebagai media untuk mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi akademik, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya-karya kreatif yang bermanfaat.
Diskominfoss Kabupaten Kuantan Singingi berharap kegiatan literasi digital yang diberikan kepada peserta didik baru SMAN 1 Teluk Kuantan mampu membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Diskominfoss berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi literasi digital kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah membangun masyarakat digital yang cerdas, produktif, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang.
Dengan pembekalan sejak dini, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna internet yang aktif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, inklusif, dan bebas dari berbagai aktivitas negatif. Selain itu, mereka diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia yang semakin terdigitalisasi.













