Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Tumpahan minyak yang diduga berasal dari sebuah lori mengakibatkan dua pengendara sepeda motor terpeleset dan seorang pengendara lainnya nyaris terjatuh di Bundaran Morning Bakery, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kamis (23/7/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi akibat permukaan jalan menjadi licin sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban yang mengalami luka serius dalam insiden tersebut.
Menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Koordinator Lapangan BPBD Kota Tanjungpinang, Jarot Endratno, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 13.07 WIB melalui layanan pelaporan bencana yang diteruskan pihak kelurahan.
Setelah menerima informasi tersebut, personel BPBD bersama petugas DPKP segera menuju lokasi guna membersihkan tumpahan minyak yang menutupi badan jalan.
“Bersama petugas DPKP kami membersihkan tumpahan minyak menggunakan deterjen, kemudian disemprot menggunakan mobil DPKP dengan suplai air dari BPBD,” kata Jarot.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, tumpahan minyak diduga berasal dari sebuah lori yang mengalami kebocoran pada sistem pelumasnya. Minyak menetes sepanjang Jalan Raja Haji Fisabilillah hingga menggenang di kawasan Bundaran Morning Bakery.
Diduga, pengemudi kendaraan tersebut tidak menyadari adanya kebocoran sehingga tetap melanjutkan perjalanan. Akibatnya, minyak menyebar di sepanjang ruas jalan dan menciptakan permukaan yang sangat licin.
Sebelum petugas tiba di lokasi, dua pengendara sepeda motor dilaporkan terpeleset saat melintasi jalan tersebut. Selain itu, seorang pengendara lainnya nyaris terjatuh, namun berhasil mengendalikan kendaraannya.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan kepada para pengendara sehingga tidak terjadi korban yang mengalami luka serius.
“Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini karena warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan,” ujar Jarot.
Proses pembersihan berlangsung sekitar 20 menit dengan melibatkan personel BPBD dan DPKP. Petugas menaburkan deterjen untuk menghilangkan lapisan minyak di permukaan aspal, kemudian menyemprotkan air bertekanan tinggi menggunakan armada pemadam kebakaran hingga kondisi jalan kembali aman dilalui kendaraan.
Selama proses penanganan berlangsung, sebagian badan jalan ditutup sementara guna memberikan ruang bagi petugas bekerja sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. Meski demikian, arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan berarti.
BPBD mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum menimbulkan kecelakaan yang lebih besar.
Jarot juga mengimbau seluruh pemilik kendaraan, terutama kendaraan angkutan barang, agar rutin melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum beroperasi. Pemeriksaan terhadap mesin, tangki, maupun sistem pelumasan dinilai penting untuk mencegah kebocoran yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau seluruh pemilik kendaraan memastikan kendaraannya benar-benar dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan. Pemeriksaan rutin sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak membahayakan pengguna jalan,” tutup Jarot.














