Ekonomi Tanjungpinang Tumbuh 5,23 Persen, Investasi Tembus Rp470,6 Miliar

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Perekonomian Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat pertumbuhan sebesar 5,23 persen pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data yang dihimpun Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak pada awal 2026.

Pertumbuhan tersebut melanjutkan kinerja perekonomian Tanjungpinang setelah sepanjang 2025 ekonomi kota itu tercatat tumbuh 3,31 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang.

Dari struktur perekonomian 2025, sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 35 persen.

Sektor konstruksi berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 22,64 persen, disusul industri pengolahan sebesar 6,08 persen serta transportasi dan pergudangan 5,42 persen.

Besarnya kontribusi perdagangan menunjukkan sektor tersebut masih menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, pemerintah kota terus berupaya menjaga aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap berjalan meskipun pembangunan infrastruktur masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“Memang infrastruktur kita masih sangat minim, tetapi kita terus berupaya agar sektor ekonomi tetap bergerak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Lis Darmansyah, Selasa (11/8/2026).

Menurut Lis Darmansyah, pergerakan sektor perdagangan menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan ekonomi Tanjungpinang.

“Alhamdulillah sektor ekonomi perdagangan kita tumbuh dengan baik,” ucapnya.

Investasi Capai Rp470,6 Miliar

Selain pertumbuhan ekonomi, aktivitas usaha di Tanjungpinang juga tercermin dari realisasi investasi selama semester pertama 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, investasi yang masuk ke Kota Tanjungpinang tercatat sebesar Rp470,601 miliar.

Jumlah tersebut setara sekitar 70 persen dari target investasi sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp675 miliar.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi tersebut mengalami kenaikan sekitar 4,1 persen.

Pada Januari-Juni 2025, realisasi investasi di Tanjungpinang tercatat sebesar Rp452,067 miliar.

Investasi selama semester I 2026 didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp457,482 miliar.

Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp13,119 miliar.

Dengan demikian, sebagian besar investasi yang terealisasi di Tanjungpinang sepanjang enam bulan pertama 2026 berasal dari investor dalam negeri.

Dari sisi sektor usaha, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatat nilai investasi terbesar, yakni Rp152,423 miliar.

Sektor jasa lainnya menyusul dengan investasi sebesar Rp75,651 miliar.

Sementara itu, perdagangan dan reparasi mencatat investasi Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp2,670 miliar.

Dorong Koperasi dan Produk Unggulan

Pemerintah Kota Tanjungpinang juga berupaya memperluas aktivitas ekonomi masyarakat dengan mendorong pengembangan koperasi dan produk unggulan daerah.

Langkah tersebut diarahkan agar pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada proyek pembangunan fisik, tetapi juga ditopang aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat.

Pengembangan produk unggulan daerah diharapkan dapat membuka ruang usaha sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Begitu pula dengan koperasi yang didorong agar dapat menjadi salah satu wadah pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

Bagi Tanjungpinang, sektor perdagangan memiliki posisi penting karena memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur perekonomian daerah.

Di sisi lain, masuknya investasi juga menjadi indikator aktivitas dunia usaha dan kepercayaan pelaku usaha untuk menanamkan modal di daerah tersebut.

Realisasi investasi yang telah mencapai sekitar 70 persen dari target tahunan pada semester pertama menjadi modal untuk mengejar target Rp675 miliar hingga akhir 2026.

Meski demikian, pemerintah kota masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung kegiatan ekonomi.

Lis Darmansyah mengatakan pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan yang telah tercatat pada awal tahun.

Ia berharap kinerja ekonomi pada triwulan pertama dapat berlanjut pada periode berikutnya hingga akhir 2026.

“Saya berharap capaian pertumbuhan ekonomi dapat terus dipertahankan,” tutur Lis Darmansyah.

Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat Tanjungpinang.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *