Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengajak generasi muda mengenal dan mencintai sastra Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah. Menurut dia, sastra memiliki peran penting dalam memperkenalkan sejarah, bahasa, serta nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Raja Ariza saat menghadiri penutupan Festival Sastra Raja Ali Haji (RAH Fest) 2026 di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (29/10/2026) malam.
Raja Ariza mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan sastra Melayu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah apresiasi karya sastra dan upaya menjaga warisan pemikiran Raja Ali Haji agar tetap dikenal generasi penerus.
“Melalui kegiatan ini, menjadi ruang untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan sastra Melayu kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Rangkaian Festival Sastra Raja Ali Haji 2026 meliputi peluncuran antologi puisi Warkah Segala Musim, parade baca puisi, pameran karya Raja Ali Haji, dan seminar sastra.
Beragam kegiatan tersebut menghadirkan ruang untuk memperkenalkan karya, mengapresiasi puisi, serta membahas sastra. Warisan pemikiran Raja Ali Haji menjadi bagian penting dalam festival yang juga memberi tempat bagi karya-karya sastra untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
Peluncuran antologi puisi dan parade baca puisi menjadi bagian dari apresiasi terhadap karya sastra. Sementara itu, pameran karya Raja Ali Haji dan seminar sastra melengkapi rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan sastra Melayu kepada generasi penerus.
Sastra sebagai bagian dari identitas daerah
Raja Ariza mengatakan, karya sastra tidak hanya memiliki nilai seni. Di dalamnya juga tersimpan rekaman sejarah, pemikiran, dan nilai-nilai budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, ia menilai kecintaan terhadap sastra perlu terus ditumbuhkan. Upaya tersebut berkaitan dengan keberlanjutan warisan budaya dan pemahaman generasi muda terhadap identitas daerahnya.
“Melalui sastra, generasi muda dapat mengenal sejarah, bahasa, dan nilai-nilai budaya yang membentuk identitas daerah. Karena itu, kecintaan terhadap sastra perlu terus ditumbuhkan agar warisan budaya kita tetap terjaga,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menempatkan pelestarian sastra sebagai bagian dari upaya merawat pengetahuan tentang daerah. Mengenal karya sastra juga menjadi jalan bagi generasi muda untuk memahami pemikiran dan nilai budaya yang diwariskan melalui bahasa.
Dalam konteks itu, Festival Sastra Raja Ali Haji menjadi salah satu wadah untuk mendekatkan masyarakat dengan sastra Melayu. Rangkaian kegiatannya mempertemukan apresiasi terhadap warisan sastra dengan pengenalan karya kepada publik.
Berharap lahir karya yang bermakna
Raja Ariza berharap Festival Sastra Raja Ali Haji dapat terus berkembang dan menjadi ruang bagi para sastrawan untuk berkarya. Keberlanjutan festival diharapkan turut memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Harapan tersebut juga mencakup tumbuhnya generasi yang memiliki kecintaan terhadap sastra. Bagi Raja Ariza, pengenalan warisan budaya perlu berjalan seiring dengan dorongan untuk menghasilkan karya-karya yang bermakna bagi masyarakat.
Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi wadah untuk mengapresiasi karya yang telah ada, tetapi juga diharapkan mendorong lahirnya karya berikutnya. Ruang berkarya dan kecintaan masyarakat terhadap sastra menjadi dua hal yang ingin terus ditumbuhkan melalui kegiatan tersebut.
“Semoga festival ini terus berkembang, melahirkan generasi yang mencintai sastra, serta mendorong lahirnya karya-karya yang bermakna bagi masyarakat dan kebudayaan daerah,” pungkasnya.









