Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Perputaran uang dari peserta Gerak Jalan Proklamasi di Kota Tanjungpinang mencapai Rp1.138.693.857. Dari jumlah itu, sekitar 78,01 persen atau Rp888.278.657 berputar di wilayah Kota Tanjungpinang. Sisanya, sebesar 21,99 persen atau Rp250.415.200, terjadi di luar Tanjungpinang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto menjelaskan, data tersebut diperoleh dari hasil survei terhadap peserta atau regu Gerak Jalan Proklamasi. Survei dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan Diskominfo serta BPS Kota Tanjungpinang sebagai pembina data.
“Dari 550 regu yang mendaftar, hanya 142 regu yang bersedia mengikuti survei. Jumlah itu cukup menjadi sampel. Hasilnya, kegiatan yang digagas Wali Kota Tanjungpinang untuk mendongkrak ekonomi daerah terbukti mencapai target,” kata Teguh, Rabu (1/10/2025).
UMKM Naik Pendapatan
Teguh menuturkan, perputaran uang tidak hanya berasal dari peserta lomba gerak jalan kategori 8 km, 17 km, dan 45 km, tetapi juga dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut terlibat.
UMKM mencatat kenaikan pendapatan lebih dari 20 persen selama kegiatan berlangsung. Kategori 45 km tercatat menjadi primadona dengan peningkatan pendapatan hingga 44,71 persen. Pada kategori 8 km, pendapatan naik 30,07 persen, sementara di kategori 17 km naik 24,07 persen.
Belanja Penonton
Selain itu, survei juga dilakukan terhadap pengeluaran masyarakat yang menyaksikan lomba. Rata-rata belanja penonton mencapai Rp95.605 per orang. Pengeluaran tertinggi terjadi pada kategori 45 km dengan rata-rata Rp121.919 per orang.
“Gerak Jalan Proklamasi dan kegiatan sejenis akan terus menjadi perhatian pemerintah kota. Sebab, kekuatan ekonomi Tanjungpinang terutama bersumber dari sektor UMKM,” ujar Teguh.














