Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meluncurkan Program Kesatuan Bangsa dan Politik Masuk Sekolah (KEMAS) Tahun 2026 di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Selasa (27/1/2026). Program ini menjadi upaya pemerintah daerah memperkuat wawasan kebangsaan pelajar di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Ansar Ahmad menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual dan kemampuan mengendalikan emosi, tetapi juga oleh rasa cinta terhadap negara, sikap kebersamaan, serta toleransi dan moderasi beragama.
Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 25 ayat (1), mengamanatkan pembinaan wawasan kebangsaan untuk menguatkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Karena itu, program ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari TNI, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga tokoh pendidikan, agar nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan secara utuh,” kata Ansar Ahmad.
Ia berharap, melalui KEMAS, para pelajar memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Di tangan kalian masa depan negeri ini. Kalian adalah generasi harapan bangsa dan Kepulauan Riau. Warnai Kepri menjadi provinsi yang maju dan ternama dengan memanfaatkan setiap peluang. Ikuti program ini dengan sungguh-sungguh dan tanamkan nilainya secara mendalam,” ujar Ansar Ahmad.
Pada peluncuran program yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau sejak 2025 tersebut, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Badan Kesbangpol Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri, serta para kepala sekolah.
Sepanjang 2026, program KEMAS ditargetkan menjangkau 12 SMA, SMK, dan MA di seluruh Provinsi Kepulauan Riau dengan sasaran sekitar 10.000 pelajar.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang Mochamat Tohir Karjono menyatakan kesiapan 1.647 siswa di sekolahnya untuk mengikuti program tersebut. Ia mengapresiasi KEMAS sebagai sarana penyegaran wawasan kebangsaan melalui beragam narasumber.
“Ini merupakan kesempatan berharga bagi siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan kebangsaan di masa depan,” kata Tohir.








