Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Polresta Tanjungpinang memeriksa kendaraan operasional, senjata api, serta sejumlah perlengkapan dinas untuk memastikan seluruh sarana pendukung tugas berada dalam kondisi siap digunakan.
Pemeriksaan berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta dengan didampingi Kabag Log Polresta Tanjungpinang AKP Missyamsu Alson serta sejumlah pejabat utama.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin sekaligus langkah kesiapsiagaan Polresta Tanjungpinang dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat kepolisian, termasuk potensi dampak cuaca ekstrem.
Sejumlah sarana dan perlengkapan yang diperiksa meliputi kendaraan dinas roda dua, kendaraan roda empat, senjata api, serta amunisi. Petugas memeriksa kondisi fisik dan kelayakan setiap perlengkapan untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik, terawat, dan siap digunakan sesuai kebutuhan tugas.
Kendaraan operasional diperiksa satu per satu, mulai dari kondisi mesin hingga kelengkapan pendukungnya. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap senjata api dinas, termasuk senjata jenis revolver dan senjata laras panjang.
Kabag Log Polresta Tanjungpinang AKP Missyamsu Alson mengatakan, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh sarana dan perlengkapan dinas berada dalam kondisi siap pakai.
Menurut dia, kesiapan sarana pendukung menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian, terutama ketika dibutuhkan penanganan cepat di lapangan.
“Kita hari ini melaksanakan pengecekan perlengkapan dinas, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, dan senjata api. Tujuannya, kita ingin mengecek langsung kesiapan Polresta Tanjungpinang dalam menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Missyamsu.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta turun langsung memeriksa berbagai material dan perlengkapan yang tersedia di Mapolresta Tanjungpinang.
Indra memastikan kendaraan dan perlengkapan dinas tidak hanya tersedia, tetapi juga dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu. Pemeriksaan itu sekaligus menjadi bentuk pengawasan terhadap penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris kepolisian.
Ia menjelaskan, pengecekan sarana dan perlengkapan dinas merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi kendaraan dan perlengkapan sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat kerusakan atau kekurangan.
“Pengecekan ini rutin dilakukan tiga bulan sekali. Hasil pengecekan menunjukkan semuanya dalam keadaan siap pakai dan siap digunakan,” kata Indra.
Kesiapan kendaraan operasional dinilai penting untuk mendukung mobilitas personel saat menjalankan tugas patroli, mendatangi lokasi kejadian, maupun memberikan bantuan kepada masyarakat.
Terlebih, cuaca ekstrem dapat memicu sejumlah gangguan, seperti pohon tumbang, banjir, kecelakaan lalu lintas, dan hambatan pada akses jalan. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan personel serta dukungan kendaraan operasional yang memadai.
Sementara itu, pemeriksaan senjata api dan amunisi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap perlengkapan dinas kepolisian. Setiap senjata harus dipastikan berada dalam kondisi terawat, tercatat, dan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Polresta Tanjungpinang menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut kemampuan personel, tetapi juga mencakup kelayakan seluruh sarana pendukung. Perlengkapan yang terawat diharapkan dapat membantu personel memberikan pelayanan secara cepat dan optimal ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Melalui pemeriksaan berkala tersebut, Polresta Tanjungpinang memastikan seluruh kendaraan dan perlengkapan dinas dapat menunjang pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kota Tanjungpinang.
Kegiatan itu juga menjadi langkah antisipatif agar tidak terjadi kendala teknis ketika personel harus bergerak cepat dalam menangani gangguan keamanan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, maupun merespons dampak cuaca ekstrem.














