Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kota Tanjungpinang di Kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (12/8/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua DPC IWAPI Tanjungpinang, Sri Sulastri, yang menyampaikan maksud kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus IWAPI kepada pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Sri juga memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan IWAPI, seperti kegiatan buka puasa bersama anak yatim, kerja bakti, serta rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IWAPI yang akan digelar di Jakarta pada Oktober 2025.
“Kami berharap IWAPI dapat dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM dan perempuan. IWAPI merupakan organisasi perempuan tertua yang terus berupaya berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah,” kata Sri.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyambut baik inisiatif dan program-program IWAPI. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi perempuan dan pemerintah dalam membina pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.
“Saat ini, banyak UMKM dan IKM di Tanjungpinang yang perlu dibina agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. IWAPI bisa menjadi mitra strategis dalam pembinaan, pelatihan, dan pengembangan UMKM untuk menangkap peluang pasar,” ujar Lis Darmansyah.
Lis Darmansyah juga mendorong IWAPI agar fokus mengembangkan sektor-sektor potensial yang dapat mendukung perekonomian kota, termasuk hasil laut yang menjadi keunggulan wilayah Tanjungpinang sebagai daerah pesisir.
“Banyak produk lokal yang memiliki potensi besar, khususnya dari sektor kelautan. Ini bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah,” tambahnya.
Ia berharap IWAPI mampu melahirkan produk-produk inovatif yang tidak hanya bersaing di pasar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ciptakan produk-produk yang inovatif agar dapat berkembang, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tutup Lis Darmansyah.













