Lebak, Jurnalkota.co.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kawasan permukiman masyarakat Suku Badui, pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada awal tahun 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, program CKG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat adat.
“Kami berharap kegiatan CKG ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Suku Badui,” ujar Kunta dalam keterangan di Lebak, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, layanan CKG meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan darah sederhana, serta penanganan keluhan kesehatan yang dirasakan masyarakat, seperti demam, sakit perut, dan gangguan kesehatan lainnya.
“Layanannya seperti cek kesehatan gratis pada umumnya. Pemeriksaan meliputi darah, tensi, serta keluhan yang dirasakan warga,” kata Kunta.
Selain pemeriksaan kesehatan, Kementerian Kesehatan juga menyalurkan obat-obatan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masyarakat Badui. Seluruh layanan difasilitasi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat dan dilaksanakan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kunta mengapresiasi antusiasme masyarakat Badui dalam memanfaatkan layanan CKG. Menurut dia, tingginya partisipasi warga mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan kehadiran program CKG yang digelar Kementerian Kesehatan.
“Program ini membantu pelayanan kesehatan dan pengobatan masyarakat Badui guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adat,” ujarnya.
Eka menambahkan, saat ini masyarakat Suku Badui mulai memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan berobat di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Kami berharap kualitas kesehatan masyarakat Suku Badui dapat terjaga dengan baik melalui pelayanan CKG dan pengobatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan,” kata Eka.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








