Batam, Jurnalkota.co.id
Upaya memperkuat tata kelola pemasyarakatan terus dilakukan pemerintah pusat. Salah satunya melalui kunjungan kerja Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Jumadi, ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Rabu (8/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda sinkronisasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan unit pelaksana teknis (UPT) di daerah guna memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras dan efektif di lapangan.
Dalam kegiatan itu, Jumadi meninjau langsung sejumlah fasilitas layanan di Rutan Batam, termasuk fasilitas kesehatan atau klinik rutan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap warga binaan, khususnya di bidang kesehatan, telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem pembinaan dan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pemerintah menekankan pentingnya kualitas layanan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pembinaan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi dan pertukaran masukan antara pihak Kemenko Kumham Imipas dengan jajaran Rutan Batam. Melalui dialog tersebut, berbagai tantangan di lapangan diidentifikasi sekaligus dicarikan solusi untuk meningkatkan efektivitas sistem pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai, kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan positif bagi jajaran rutan untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat mendorong transformasi pemasyarakatan ke arah yang lebih baik. Rutan Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak positif, baik dalam proses pembinaan maupun bagi kehidupan warga binaan ke depannya,” ujar Fajar.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam hal pembinaan kemandirian, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan hak-hak dasar warga binaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya sinkronisasi dan koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya di Rutan Batam, dapat semakin transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pembinaan yang humanis dan berkeadilan.










