Jakarta, Jurnalkota.co.id
Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V, Muhammad Ali, mengapresiasi inisiatif warga Rusun Pesakih Tower 6 yang secara swadaya menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian warga terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan tempat tinggal bersama.
Menurut Ali, kerja bakti tidak hanya sebatas aktivitas membersihkan area permukiman dari sampah dan kotoran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan hunian.
“Kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga merawat rasa memiliki terhadap tempat yang kita tinggali bersama,” ujar Muhammad Ali.
Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Rusun Pesakih Tower 6 merupakan contoh positif yang patut dipertahankan dan ditularkan kepada penghuni rumah susun lainnya.
Menurutnya, lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan pemerintah atau pengelola, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Rusunawa Pesakih menjadi bukti bahwa lingkungan yang nyaman dan sehat lahir dari kepedulian kolektif, bukan semata-mata dari fasilitas yang tersedia,” kata Ali.
Kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga meliputi pembersihan area sekitar tower, pengangkutan sampah, penyapuan jalan lingkungan, hingga penataan sejumlah titik yang sebelumnya terlihat kurang rapi. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari penghuni yang secara sukarela turut ambil bagian.
Ali menambahkan, hal yang juga patut diapresiasi dalam kegiatan tersebut adalah adanya upaya pemilahan sampah yang dilakukan warga. Menurut dia, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap pengelolaan lingkungan dan pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini juga diiringi dengan upaya pemilahan sampah. Langkah sederhana ini memiliki dampak besar karena sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga mengubah cara pandang kita bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola secara bijak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mendukung program pengurangan sampah yang saat ini terus digalakkan pemerintah.
Selain itu, pemilahan sampah juga membuka peluang pemanfaatan kembali berbagai jenis material yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, kertas, logam, maupun sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos.
Ali berharap kegiatan kerja bakti dan budaya pilah sampah yang mulai tumbuh di lingkungan Rusun Pesakih dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan sehari-hari warga.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dicapai hanya melalui kegiatan sesaat, melainkan membutuhkan komitmen bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Semoga semangat kebersamaan dan budaya pilah sampah ini terus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari. Lingkungan yang bersih adalah cerminan kepedulian, sementara pemilahan sampah adalah tanda bahwa kita sedang membangun masa depan yang lebih bertanggung jawab bagi generasi berikutnya,” tutur Ali.
Ia juga mengajak seluruh penghuni rumah susun untuk terus menjaga fasilitas umum, meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Dengan adanya partisipasi aktif warga seperti yang ditunjukkan penghuni Rusun Pesakih Tower 6, diharapkan tercipta lingkungan hunian yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga harmonis serta nyaman untuk ditinggali bersama.
Kegiatan kerja bakti tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan pengelola dapat menghasilkan perubahan positif bagi lingkungan. Semangat kebersamaan yang tumbuh dari tingkat komunitas menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan hunian yang tertata, berkelanjutan, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuninya.
Penulis: Awal
Editor: Antoni













