Bantaeng, Jurnalkota.co.id
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bantaeng, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial WH yang disebut merupakan tetangganya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Informasi yang dihimpun, insiden bermula saat WH diduga mendatangi rumah korban dalam kondisi emosi sambil berteriak dan mengeluarkan makian di depan rumah Dirga.
Pihak Bhabinkamtibmas Bonto Rita membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyebut kasus kini sedang ditangani aparat kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan Sandi, ipar korban, saat kejadian Dirga sedang beristirahat di rumah ketika pelaku datang dan membuat keributan.
“Saya mendengar teriakan dan makian karena rumah saya berdampingan dengan rumah Dirga, sehingga saya langsung turun melihat situasi,” ujar Sandi, Senin (25/5/2026).
Sandi mengaku sempat menanyakan kepada korban terkait penyebab keributan tersebut. Namun, Dirga mengaku tidak mengetahui persoalan yang membuat WH datang dalam keadaan marah.
Beberapa saat kemudian, Sandi bersama Dirga mendatangi WH menggunakan sepeda motor dengan tujuan meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun situasi justru memanas saat keduanya tiba di sekitar lokasi rumah WH.
Menurut Sandi, saat Dirga turun dari sepeda motor, WH yang juga mengendarai sepeda motor diduga langsung menabrak korban hingga terjatuh. Keributan pun tidak dapat dihindari.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut berupaya melerai pertikaian antara kedua pihak. Namun di tengah situasi itu, WH disebut masuk ke rumah dan mengambil parang.
“Saya lihat WH mengayunkan parang ke arah Dirga sebanyak dua kali. Kalau tidak ditangkis, kemungkinan ibunya WH juga bisa terkena,” ungkap Sandi.
Akibat kejadian tersebut, Dirga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tak lama kemudian, personel Polres Bantaeng tiba di lokasi dan membawa kedua pihak ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi lengkap serta motif yang melatarbelakangi dugaan pembacokan tersebut.
Ketua IWO Sulawesi Selatan, Zulkifl Thahir, mengecam keras dugaan aksi kekerasan terhadap Ketua IWO Bantaeng tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku.
“Kami mengecam keras tindakan brutal yang diduga dilakukan terhadap Ketua IWO Bantaeng. Kekerasan menggunakan senjata tajam tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Zulkifl.
Ia juga mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan menuntaskan kasus ini secara profesional. Jangan sampai ada pembiaran terhadap tindakan kekerasan seperti ini,” tambahnya.
Selain itu, Zulkifl berharap kondisi korban segera membaik dan meminta seluruh pihak menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat kepolisian.
“Kami berharap korban segera pulih dan semua pihak dapat menahan diri sambil menunggu proses hukum berjalan,” ujarnya.














