Lebak, Jurnalkota.co.id
Terik matahari menyengat hamparan persawahan seluas 679 hektare di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (21/4/2026). Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, seorang perempuan tampak berdiri di antara para petani, memberikan penyuluhan dengan penuh semangat.
Perempuan itu adalah Dike Cidrasari, sosok yang dikenal sebagai “Kartini” dari Lebak. Ia tak kenal lelah membina kelompok tani untuk beralih dari sistem pertanian tradisional menuju modernisasi berbasis teknologi.
Sejak 2020, mayoritas petani di Kecamatan Kalanganyar masih mengandalkan pola tanam tradisional dengan hasil produksi yang belum optimal. Namun, mulai 2021, Dike perlahan mengubah kebiasaan tersebut.
Melalui pendekatan yang intensif, ia mendorong para petani untuk mengadopsi teknologi pertanian modern, mulai dari penggunaan traktor, benih unggul, hingga penerapan sistem tanam jajar legowo dan keseimbangan pupuk organik serta nonorganik.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Kini, tidak hanya petani berusia produktif, tetapi juga generasi muda ikut terlibat dalam sektor pertanian. Mereka mengembangkan berbagai komoditas, seperti cabai, pepaya, tomat, bawang, hingga budidaya melon, semangka, dan jeruk.
Menariknya, petani berusia 45 hingga 70 tahun pun turut menerima perubahan ini. Mereka merasakan langsung peningkatan hasil produksi yang lebih unggul dan menguntungkan.
Saat ini, sebanyak 44 kelompok tani binaan Dike telah menerapkan sistem pertanian modern. Sebagian di antaranya merupakan kelompok petani perempuan yang semakin aktif dan mandiri.
“Sekarang, petani di sini merasakan keuntungan dari penerapan teknologi pertanian modern. Kesejahteraan mereka juga relatif membaik,” ujar Dike.
Raih Penghargaan Nasional
Dedikasi Dike dalam memajukan pertanian tidak luput dari apresiasi. Ia meraih penghargaan sebagai Penyuluh PNS Teladan 2022 tingkat Provinsi Banten hingga tingkat nasional.
Penghargaan tingkat provinsi diserahkan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Banten saat itu, sementara penghargaan nasional diberikan oleh Menteri Pertanian.
Keberhasilan Dike tidak lepas dari pendekatannya yang humanis. Ia memilih tampil sederhana saat turun ke lapangan agar lebih mudah diterima oleh para petani.
“Kalau pakai pakaian dinas, biasanya petani merasa sungkan. Jadi saya lebih memilih berbaur agar komunikasi lebih dekat,” katanya.
Semangat menjadi penyuluh pertanian telah tertanam sejak kecil. Dike tumbuh di lingkungan keluarga yang juga berkecimpung di bidang pertanian. Ia bahkan kerap diajak orang tuanya turun ke desa binaan.
Dari pengalaman itulah, ia bercita-cita menjadi penyuluh pertanian demi mendorong peningkatan produksi pangan, sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami yakin kelompok tani binaan bisa sejahtera dan keluar dari kemiskinan karena hasil pertanian mampu meningkatkan pendapatan,” ujarnya. Dike diketahui merupakan lulusan Strata II bidang Teknologi Pertanian dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang.
Dorong Ekonomi Petani Perempuan
Dampak pembinaan Dike juga dirasakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pasir Kupa. Ketua KWT setempat, Mamah Marhamah, mengatakan sekitar 30 petani perempuan kini mampu menghasilkan pendapatan dari usaha pertanian.
Awalnya, mereka hanya mengelola lahan secara berkelompok dengan bantuan benih cabai, sayuran, kacang panjang, dan kacang tanah. Kini, sebagian sudah mengembangkan usaha secara mandiri.
Terinspirasi semangat Raden Ajeng Kartini, para petani perempuan di desa tersebut mulai aktif mengelola komoditas hortikultura dan palawija.
Hasilnya pun cukup menjanjikan. Dalam satu musim panen, mereka bisa meraup pendapatan sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta, terutama dari komoditas kacang panjang dan ubi jalar.
“Kami bertani untuk membantu ekonomi keluarga. Apalagi anak saya sekarang sedang kuliah,” ujar Mamah.
Kisah Dike menjadi bukti bahwa peran perempuan di sektor pertanian tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan ketekunan dan pendekatan yang tepat, perubahan besar dapat terwujud, bahkan dari desa.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








