Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Suasana hangat pagi menyelimuti kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Kota Tanjungpinang, ketika puluhan warga berkumpul menyambut aksi sosial dari Komunitas Muda Berbagi Cahaya (MBC), Minggu (21/9/2025). Di tengah tumpukan aktivitas harian warga sekitar TPA, komunitas ini hadir dengan membawa nasi bungkus, teh hangat, dan senyum tulus untuk dibagikan sebagai sarapan gratis.
Kegiatan ini bukan kali pertama dilakukan MBC. Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda Tanjungpinang itu secara rutin menggelar aksi serupa di berbagai titik, mulai dari kawasan pesisir, panti asuhan, hingga pemukiman padat. Tujuannya sederhana: menyalakan kepedulian sosial dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, meski hanya lewat sepiring sarapan.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung gerakan ini. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita,” ujar Muhammad Zainal, salah satu perwakilan MBC, di sela kegiatan.
Warga sekitar pun tampak antusias. Sejumlah anak kecil berlarian mendekati relawan muda yang membagikan makanan, sementara orang tua mereka dengan raut wajah bahagia mengucapkan terima kasih.
Siti (39), salah satu warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. “Kadang pagi kami cuma minum air putih dulu sebelum berangkat kerja. Alhamdulillah hari ini bisa sarapan gratis. Anak-anak juga senang sekali,” ucapnya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan Andi (12), seorang anak yang tinggal di sekitar TPA. “Senang bisa dapat nasi dan teh. Rasanya enak. Kakak-kakak yang datang juga baik, ngajak kami cerita dan main sebentar,” katanya polos.
Menurut Zainal, aksi berbagi sarapan di TPA Ganet dipilih karena kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang cukup rentan, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Kehadiran makanan sehat di pagi hari diharapkan mampu memberi energi sekaligus meringankan beban mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sekitar TPA.
Lebih dari itu, MBC ingin menegaskan bahwa kepedulian tidak harus diwujudkan dalam hal besar. Gerakan sederhana, jika dilakukan dengan ikhlas dan bersama-sama, dapat menghadirkan dampak nyata. “Kami ingin generasi muda tergerak untuk turun langsung. Tidak hanya sekadar berbicara tentang perubahan, tapi juga melakukan hal kecil yang bermanfaat,” tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan, MBC juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Dukungan publik, baik berupa dana maupun tenaga, diyakini dapat membuat aksi sosial ini berkelanjutan. Donasi dikelola secara transparan oleh bendahara komunitas dan diarahkan sepenuhnya untuk kegiatan berbagi.
Seiring berkembangnya gerakan ini, MBC berharap semakin banyak pemuda yang terlibat. “Bersama, mari kita wujudkan kebaikan untuk semua,” demikian semboyan yang selalu mereka gaungkan.
Dengan langkah sederhana, MBC membuktikan bahwa solidaritas dan kepedulian bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah kawasan pembuangan sampah sekalipun. Dari TPA Ganet, semangat berbagi itu menyebar, menyalakan harapan baru bagi mereka yang setiap harinya berjuang di balik keterbatasan. (*)








