Bintan, Jurnalkota.co.id
Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bintan terus digencarkan. Tidak hanya melalui program pemerintah daerah, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan pun diperluas, termasuk bersama TNI Angkatan Laut.
Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bintan bersama Pemerintah Kabupaten Bintan meresmikan budidaya udang vaname di Desa Pengujan, Senin (8/9/2025). Bupati Bintan Roby Kurniawan hadir bersama Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dalam kegiatan tabur benih.
Tambak Udang Ketahanan Pangan Lanal Bintan membudidayakan udang vaname (Litopenaeus vannamei), spesies asal Samudra Pasifik yang populer karena pertumbuhan cepat dan hasil panen melimpah. Dengan masa pemeliharaan 3–5 bulan, udang ini dinilai cocok untuk mendukung kemandirian pangan.
“Apresiasi kami atas nama Pemerintah Daerah kepada TNI AL, khususnya Lanal Bintan. Hari ini bukan sekadar menabur benih, tapi juga menabur harapan untuk masa depan yang lebih baik, dengan kemandirian pangan yang dimulai dari daerah,” kata Roby Kurniawan.
Budidaya dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan 160 ribu benih pada sembilan kolam. Lanal Bintan menargetkan panen mencapai 4,2 ton dengan tingkat keberhasilan 80–90 persen, atau sekitar 140 ribu ekor udang berukuran rata-rata 30 gram.
Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto menyebut program ini dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir dan menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 TNI AL.
“Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu pilar ketahanan pangan, tidak hanya untuk Bintan, tetapi juga memberi kontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ujar Eko.
Roby Kurniawan menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan pangan di masa depan.
“Kemandirian pangan bukan hanya soal hasil panen, melainkan soal komitmen bersama. Dengan kolaborasi, kita bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Roby Kurniawan.
Dengan adanya tambak udang vaname ini, Bintan diharapkan dapat menjadi contoh daerah kepulauan yang berhasil mengembangkan perikanan budidaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan. (*)














