Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dijadwalkan menghadiri sekaligus meresmikan gerai perdana Indomaret di Kota Tanjungpinang yang berlokasi di Jalan Raya Tanjung Uban Kilometer 10, Jumat (19/6/2026).
Peresmian tersebut menjadi penanda hadirnya jaringan ritel modern Indomaret di Kota Tanjungpinang dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Informasi tersebut disampaikan Manager Lisensi PT Indomarco Prismatama, Ayup, saat melakukan silaturahmi dengan Wali Kota Tanjungpinang di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ayup menjelaskan bahwa peresmian gerai Indomaret Km 10 akan ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis yang direncanakan dilakukan oleh Wali Kota Tanjungpinang bersama jajaran manajemen dan pimpinan wilayah Indomaret.
Menurut Ayup, kehadiran gerai perdana ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan usaha PT Indomarco Prismatama di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang yang dinilai memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.
“Peresmian Indomaret Batu 10 dijadwalkan pada 19 Juni 2026 dan akan ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis oleh Wali Kota Tanjungpinang bersama manajemen Indomaret,” ujarnya.
Selain gerai di Kilometer 10, Ayup juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera membuka gerai kedua yang berlokasi di Jalan Raja Haji Fisabilillah Kilometer 8 dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Juni 2026.
Sementara itu, rencana pembukaan gerai di kawasan Jalan Soekarno-Hatta masih menunggu proses renovasi bangunan selesai sebelum dijadwalkan untuk diresmikan.
“Selain Indomaret Km 10, kami juga akan membuka gerai di Jalan Raja Haji Fisabilillah Km 8 yang mulai beroperasi pada 20 Juni 2026. Untuk gerai Soekarno-Hatta akan dijadwalkan kemudian setelah proses renovasi selesai,” kata Ayup.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang mendukung masuknya investasi yang sehat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Lis Darmansyah, kehadiran ritel modern harus mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, mulai dari membuka lapangan pekerjaan baru, mendukung produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga meningkatkan kemudahan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus berkomitmen mendukung ekspansi bisnis yang sehat. Kehadiran gerai baru ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah,” ujar Lis Darmansyah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berharap kehadiran Indomaret tidak hanya menjadi sarana perdagangan modern, tetapi juga mampu menjadi mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Lis Darmansyah, salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tenaga kerja lokal serta peluang pemasaran bagi produk-produk UMKM Tanjungpinang agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.
“Kami berharap keberadaan gerai ini dapat membuka lapangan kerja bagi anak tempatan, menyerap produk-produk lokal hasil UMKM masyarakat Tanjungpinang, serta memberikan kemudahan akses kebutuhan pokok bagi masyarakat,” katanya.
Lis Darmansyah menambahkan, pemerintah daerah akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif guna menarik minat investor untuk berinvestasi di Kota Tanjungpinang. Namun demikian, investasi yang masuk harus tetap memberikan manfaat yang seimbang bagi pelaku usaha, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Dengan bertambahnya jaringan usaha ritel modern di Tanjungpinang, pemerintah berharap roda perekonomian daerah semakin bergerak, daya saing usaha lokal meningkat, serta tercipta peluang ekonomi baru yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Indomaret di Kota Tanjungpinang juga menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi daerah yang terus berkembang seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.










