Lis Darmansyah Dorong Paguyuban Jadi Perekat Kerukunan dan Pelestari Budaya di Tanjungpinang

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan pentingnya peran paguyuban sebagai perekat persatuan, penjaga kerukunan, sekaligus pelestari budaya di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan berbasis kedaerahan memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan di Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan Lis Darmansyah saat menerima audiensi Komunitas Basiba Sumatera Barat (KBS) Tanjungpinang yang dipimpin Ketua KBS Tanjungpinang, Wirdayanti, di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus mempererat sinergi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan komunitas masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta melestarikan adat dan budaya di tengah keberagaman suku yang hidup berdampingan di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wirdayanti menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penguatan peran KBS sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau di Tanjungpinang. Menurutnya, paguyuban tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga harus mampu membangun rasa kekeluargaan, mempererat silaturahmi, dan merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.

“Kami berharap organisasi paguyuban dapat menjadi wadah yang merangkul seluruh anggotanya, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Wirdayanti.

Ia menjelaskan, KBS berkomitmen menjaga dan melestarikan adat istiadat serta seni budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting agar nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi penerus.

Selain bergerak di bidang pelestarian budaya, KBS juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat, terutama membantu warga Minangkabau dari kalangan kurang mampu. Karena itu, KBS berharap dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat semakin memperkuat berbagai program sosial dan kebudayaan yang selama ini dijalankan.

Menanggapi hal tersebut, Lis Darmansyah mengapresiasi kontribusi KBS yang dinilai telah berperan aktif dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus mempertahankan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kota Tanjungpinang.

Menurut Lis Darmansyah, keberadaan paguyuban memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi sosial yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat. Organisasi kemasyarakatan juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan suasana kota yang aman, damai, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang menyambut baik setiap upaya yang memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, dan membangun kepedulian sosial. Paguyuban hendaknya menjadi rumah bersama yang mampu merangkul seluruh anggotanya serta menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan di Tanjungpinang,” kata Lis Darmansyah.

Ia juga mengajak seluruh paguyuban, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Nilai-nilai toleransi, saling menghormati, serta semangat gotong royong menjadi modal penting dalam membangun Kota Tanjungpinang yang inklusif dan harmonis.

Lis Darmansyah menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memerlukan penguatan nilai-nilai sosial dan budaya. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang kondusif.

“Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Mari kita jaga Tanjungpinang sebagai rumah bersama, tempat seluruh masyarakat dapat hidup rukun, saling menghargai, dan berkontribusi dalam pembangunan,” tutupnya.

Dengan sinergi yang semakin erat antara pemerintah dan berbagai paguyuban, Pemko Tanjungpinang berharap semangat persaudaraan, toleransi, serta pelestarian budaya daerah dapat terus tumbuh, sehingga menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang harmonis, berbudaya, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *