Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Menjelang pergantian tahun, rangkaian kegiatan Razia Perut Lapar (RPL) menutup 2025 dengan suasana doa dan kepedulian sosial. Kegiatan tersebut digelar di kediaman tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tanjungpinang, Selasa (30/12/2025), dan diisi dengan pengajian serta doa bersama.
Pengajian dipimpin Ketua Fatayat NU Kota Tanjungpinang sekaligus Ketua Yayasan Zahrotul ‘Ain, Umi Siti Saudah, bersama anak-anak tahfiz Al-Qur’an. Dalam kesempatan itu, jamaah memanjatkan doa bagi para korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera, serta doa khusus untuk Bripka Zulhamsyah Putra, anggota Polresta Tanjungpinang yang tengah menanti hasil seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 55–56.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian tes SIP sudah saya ikuti. Hari ini sidang akhir seleksi. Terima kasih atas doa masyarakat Kepulauan Riau. Semoga saya diberikan kelulusan dan amanah untuk melanjutkan pengabdian,” ujar Bripka Zulhamsyah.
Selama lima tahun terakhir, Bripka Zulhamsyah dikenal konsisten menjalankan program Razia Perut Lapar, sebuah gerakan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu. Dedikasinya tersebut mengantarkan ia meraih sejumlah penghargaan, baik dari pemerintah daerah maupun institusi kepolisian.
Salah satu bentuk apresiasi datang dari Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin, yang sebelumnya memberikan penghargaan berupa kesempatan menjalankan ibadah umrah. Selain itu, ia juga menerima penghargaan dari Gubernur Kepulauan Riau serta sejumlah media nasional atas kiprahnya dalam kegiatan kemanusiaan.
Di akhir kegiatan, Bripka Zulhamsyah menyampaikan terima kasih kepada pimpinan kepolisian serta seluruh elemen masyarakat dan media yang selama ini mendukung pelaksanaan Razia Perut Lapar.
Dengan lantunan doa dan kebersamaan anak-anak tahfiz, kegiatan tersebut menjadi penanda penutup tahun 2025 di Tanjungpinang, sekaligus pengingat bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.










