Muklisin Minta OPD Genjot PAD Kuansing, Tunda Lelang Demi Jaga Stabilitas Keuangan Daerah

Jasa Maklon Sabun

Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Semester I Tahun Anggaran 2026. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai langkah mempercepat realisasi pendapatan daerah sekaligus menjaga stabilitas keuangan pemerintah hingga akhir tahun anggaran.

Rapat Evaluasi Capaian PAD Semester I Tahun Anggaran 2026 dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, di ruang rapat Plt Bupati Kuansing, Senin (13/7/2026).

Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Muradi, Asisten III Sekretariat Daerah Azhar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Masrul Hakim, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jafrinaldi, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam arahannya, Muklisin menegaskan bahwa evaluasi pendapatan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan kemampuan fiskal pemerintah daerah tetap terjaga. Pendapatan yang optimal dinilai menjadi kunci untuk mendukung berbagai program pembangunan sekaligus memenuhi kewajiban pemerintah kepada masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN).

Ia mengungkapkan, target Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kuantan Singingi pada Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp255 miliar. Namun hingga Semester I, realisasi PAD baru mencapai sekitar Rp97,7 miliar.

Menurut Muklisin, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun.

“Kekurangan dari target ini harus kita kejar bersama agar realisasi PAD sesuai dengan yang diharapkan. Dengan tercapainya target pendapatan daerah, pemerintah akan memiliki kemampuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan belanja, termasuk pembayaran hak-hak ASN,” kata Muklisin.

Selain mendorong peningkatan pendapatan, Muklisin juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar lebih berhati-hati dalam mengelola belanja daerah. Ia meminta OPD untuk sementara waktu tidak melaksanakan proses lelang kegiatan yang berpotensi membebani kondisi keuangan pemerintah daerah.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal sambil menunggu peningkatan realisasi pendapatan daerah pada semester berikutnya.

Muklisin menegaskan bahwa rapat evaluasi tidak hanya bertujuan melihat angka-angka realisasi PAD semata, tetapi juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang menyebabkan target pendapatan belum tercapai.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui kendala yang dihadapi setiap OPD, sekaligus menyusun strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan penerimaan daerah.

“Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka-angka capaian, tetapi menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kendala, menemukan solusi yang tepat, serta menyusun strategi yang lebih efektif agar target PAD dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun,” ujarnya.

Muklisin meminta seluruh perangkat daerah yang mengelola maupun mendukung sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah melakukan evaluasi secara objektif, terbuka, dan menyeluruh.

Ia meminta setiap OPD memaparkan capaian yang telah diraih, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menyusun langkah percepatan yang realistis dan dapat segera diterapkan di lapangan.

Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai dengan kewenangan dan potensi yang dimiliki masing-masing.

Karena itu, koordinasi antarlembaga dinilai menjadi faktor penting agar setiap potensi penerimaan daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di akhir arahannya, Muklisin mengajak seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk terus menggali sumber-sumber pendapatan baru yang masih memiliki potensi meningkatkan PAD.

Ia meyakini masih terdapat sejumlah sektor yang dapat dioptimalkan apabila dikelola secara lebih inovatif, efektif, dan terintegrasi.

“Pemerintah daerah harus terus berupaya menggali potensi-potensi PAD yang ada di masing-masing OPD. Dengan kerja sama dan komitmen seluruh perangkat daerah, saya optimistis target yang telah ditetapkan dapat kita capai,” ujar Muklisin.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berharap seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah. Optimalisasi PAD diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai rencana hingga akhir Tahun Anggaran 2026.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *