Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) secara resmi melepas keberangkatan 186 jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Masjid Agung Ar Raudha, Teluk Kuantan, Selasa (28/4/2026).
Suasana haru menyelimuti pelepasan tersebut. Tangis keluarga yang mengantar berpadu dengan doa-doa yang dipanjatkan, mengiringi langkah para jemaah menuju perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Acara pelepasan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kuantan Singingi H. Muklisin, Sekretaris Daerah Zulkarnaen, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama, jajaran penyelenggara haji, camat se-Kuansing, serta organisasi keagamaan seperti IPHI, MUI, Baznas, dan LPTQ.
Salah seorang jemaah, Agusmandar, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang dinilai memberikan dukungan maksimal bagi kelancaran keberangkatan.
“Kami sangat berterima kasih atas fasilitas dan akomodasi yang disiapkan, khususnya untuk perjalanan menuju Batam. Ini sangat membantu kami sebagai jemaah,” ujarnya.
Ia juga berharap keberangkatan ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi daerah.
“Kami mohon doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran, serta Kabupaten Kuantan Singingi selalu dalam lindungan Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuantan Singingi, H. Armadis, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi bagian dari awal transisi pelaksanaan oleh Kementerian Haji dan Umrah yang masih berkolaborasi dengan Kementerian Agama.
“Untuk pelaksanaan manasik dan teknis lainnya masih dilakukan secara bersama, sehingga pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Ia merinci, total jemaah haji Kuansing tahun ini berjumlah 186 orang, terdiri dari 84 laki-laki dan 102 perempuan, serta didampingi satu orang petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).
Dari sisi usia, jemaah termuda tercatat atas nama Keyla Noprianti (18), sementara yang tertua adalah Tohar (85).
Para jemaah dijadwalkan berangkat pada Rabu (29/4/2026) melalui dua penerbangan menuju Batam, sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Adapun kepulangan jemaah direncanakan pada 9 Juni 2026 pukul 11.25 waktu Arab Saudi, kemudian tiba di Batam pada 10 Juni 2026 pukul 00.50 WIB, dan diperkirakan kembali ke Kuantan Singingi pada hari yang sama pada sore hari.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuantan Singingi H. Muklisin mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang matang.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan biasa, tetapi perjalanan ibadah yang memerlukan ketahanan fisik dan mental. Karena itu, jaga kesehatan, pola makan, serta istirahat yang cukup,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama berada di Tanah Suci.
“Jangan memaksakan diri. Ikuti arahan petugas, tetap disiplin, serta jaga kekompakan dan saling membantu antar sesama jemaah,” lanjutnya.
Selain itu, Muklisin mengingatkan agar seluruh jemaah meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Ia berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji yang mabrur.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, ia juga berpesan agar memberikan dukungan penuh dengan doa terbaik.
“Keberangkatan ini adalah panggilan Allah. Ikhlaskan dan iringi dengan doa, agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran,” ujarnya.
Pelepasan ini menjadi momentum penuh makna, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi masyarakat Kuantan Singingi yang turut mendoakan keberangkatan mereka.
Dengan penuh harap, seluruh jemaah haji Kuansing tahun 2026 diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.











