Pemkab Lebak Gencarkan Program KB untuk Tekan Stunting dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengoptimalkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Pemkab Lebak menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak pasangan usia subur (PUS) menggunakan metode kontrasepsi modern.

Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tati Rohaeti, mengatakan program KB memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Gerakan KB ini bukan hanya untuk mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga mempersiapkan generasi yang berkualitas dan unggul di masa mendatang,” ujar Tati di Lebak, Senin (25/5/2026).

Menurut Tati, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk menggunakan metode kontrasepsi modern seperti pil KB, IUD, suntik, kondom, implan, metode operasi wanita (MOW), hingga metode operasi pria (MOP).

Namun, dari berbagai metode yang tersedia, kontrasepsi suntik masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih praktis dan minim efek samping kesehatan.

“Sebagian besar pasangan usia subur masih memilih KB suntik karena dianggap aman dan mudah digunakan,” katanya.

Berdasarkan data DP2KBP3A Kabupaten Lebak, jumlah pasangan usia subur di daerah tersebut mencapai 233.586 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 166.945 orang atau sekitar 75,75 persen telah menjadi peserta aktif metode kontrasepsi modern.

Capaian tersebut dinilai cukup baik dan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

Selain itu, angka “unmet need” atau pasangan usia subur yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan namun belum menggunakan alat kontrasepsi juga tergolong rendah.

“Kami mengapresiasi capaian peserta KB modern yang sudah mencapai 75,75 persen. Sementara angka unmet need relatif kecil dibandingkan jumlah total pasangan usia subur,” ujar Tati.

Ia menambahkan, keberhasilan program KB juga berdampak terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, keluarga yang memiliki perencanaan kelahiran yang baik cenderung lebih siap secara ekonomi maupun kesehatan dalam membesarkan anak.

Sementara itu, Kepala Desa Pasar Keong, Muzakir, mengatakan program Kampung KB yang dijalankan di wilayahnya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, saat ini Kampung KB di Desa Pasar Keong bahkan sudah terbebas dari kasus stunting dan hampir seluruh pasangan usia subur telah menjadi peserta KB aktif.

“Alhamdulillah, di desa kami seluruh pasangan usia subur sudah ikut program KB dan kondisi anak-anak juga bebas stunting,” kata Muzakir.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan keluarga, program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Warga di Kampung KB, lanjut dia, kini mulai mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal seperti produksi keripik pare, keripik pisang, dan keripik singkong.

Menurut Muzakir, pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada kader Kampung KB turut membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha dan keuangan keluarga.

“Kami ingin Kampung KB ini menjadi percontohan bagi desa lain. Karena itu kader-kader terus diberikan pelatihan, mulai dari manajemen hingga pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Pemkab Lebak berharap optimalisasi program KB dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *