Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengembangkan industri berbasis hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dari sektor sumber daya alam (SDA) yang melimpah di daerah tersebut.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengatakan konsep hilirisasi diharapkan mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap konsep industri hilirisasi ini dapat menarik investor, mengingat Lebak memiliki potensi SDA yang sangat besar,” ujar Robertus, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, potensi SDA di Kabupaten Lebak cukup beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Dengan dukungan lahan yang luas, komoditas tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Di sektor perkebunan, misalnya, kelapa sawit dapat diolah menjadi produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan Crude Palm Oil (CPO). Sementara di sektor perikanan tangkap, komoditas seperti tuna, cakalang, dan tongkol (TCT) berpotensi dikembangkan menjadi industri pengalengan ikan dan olahan udang.
Selain itu, komoditas pertanian seperti jagung dan singkong juga dapat diolah menjadi produk industri, seperti tepung maizena dan tapioka. Adapun hasil perkebunan karet berpotensi dikembangkan menjadi industri manufaktur, seperti bahan baku ban kendaraan.
“Produksi pertanian pangan juga bisa dikembangkan menjadi industri beras untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat,” kata Robertus.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkab Lebak berkomitmen memberikan kemudahan kepada investor, terutama dalam proses perizinan dan pemenuhan persyaratan usaha.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan seluas 10.373 hektare yang tersebar di 13 kecamatan, sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), sebagai kawasan pengembangan industri hilirisasi.
“Kami menyediakan lahan untuk investasi hilirisasi agar pengembangan industri bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Robertus menambahkan, program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Menurut dia, melalui hilirisasi, hasil SDA tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal.
“Kami meyakini pengembangan industri hilirisasi ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga dapat membantu menekan angka kemiskinan,” kata Robertus.
Pemkab Lebak juga mendorong sinergi pembiayaan melalui skema berbagi anggaran guna mempercepat realisasi program hilirisasi di daerah.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














