Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengusulkan pembangunan jembatan layang (flyover) di dua perlintasan sebidang kereta api guna meningkatkan kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan lalu lintas.
Usulan tersebut mencakup pembangunan Flyover Cipanas (Tanjakan Bang Arum Narimbang) serta Flyover Citeras–Cikande. Kedua titik itu dinilai rawan kemacetan dan kecelakaan karena tingginya volume kendaraan dan perjalanan kereta api.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan, rencana pembangunan flyover tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan.
“Pengusulan pembangunan flyover perlintasan sebidang ini direncanakan dibiayai melalui APBN. Saat ini, dokumen perencanaannya sedang disusun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Banten,” ujar Widy, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, tingginya intensitas perjalanan kereta api di wilayah tersebut menuntut adanya pemisahan jalur antara rel kereta dan kendaraan darat demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ia menambahkan, perlintasan sebidang di kedua lokasi tersebut selama ini kerap menimbulkan kemacetan, bahkan tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal.
“Karena itu, pembangunan flyover menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar arus kendaraan,” kata Widy.
Saat ini, lanjut dia, besaran anggaran pembangunan dua flyover tersebut masih menunggu hasil penyusunan dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED).
Pemerintah Kabupaten Lebak bersama BPJN Banten terus berkoordinasi dalam menyiapkan seluruh dokumen perencanaan agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
Widy menegaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama proyek tersebut diusulkan menggunakan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Jika dibebankan ke APBD, tentu kami tidak mampu. Karena itu, kami mengusulkan pembiayaan melalui APBN,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan flyover di dua perlintasan kereta api tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun depan.
Widy juga optimistis usulan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat, terutama setelah adanya komitmen peningkatan infrastruktur pascakejadian kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
“Kami meyakini pembangunan flyover ini bisa direalisasikan, apalagi ada perhatian dari pemerintah pusat terhadap peningkatan keselamatan infrastruktur transportasi,” kata Widy.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














