Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar operasi pasar murah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Center (Bincen), Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat yang sejak pagi sudah memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan operasi pasar menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Kita akan menghadapi Hari Raya Iduladha. Secara teori ekonomi, ketika permintaan meningkat maka harga cenderung ikut naik. Karena itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan intervensi melalui operasi pasar untuk menekan lonjakan harga agar tidak terlalu tinggi,” kata Raja Ariza.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang, Handayani Raja Ariza, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Elfiani Sandri, Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang Riany, serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Robert Lukman.
Raja Ariza mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat adalah minyak goreng, beras, dan gula pasir.
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan operasi pasar sangat dibutuhkan, terutama di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha.
“Tadi kita melihat langsung masyarakat sangat antusias membeli minyak goreng, beras, dan gula. Harga yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran sehingga sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk Bulog dan distributor pangan lokal yang ikut mendukung pelaksanaan operasi pasar murah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog dan D’sayur yang ikut membantu masyarakat. Ini bagian dari upaya bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan,” katanya.
Raja Ariza mengakui ketersediaan minyak goreng di pasaran saat ini relatif terbatas. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Untuk minyak goreng memang stoknya tidak terlalu banyak. Tetapi hari ini masyarakat masih bisa mendapatkan dengan harga yang lebih murah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus bisa dilakukan untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan operasi pasar tersebut menyediakan sejumlah komoditas pokok dengan harga subsidi atau di bawah harga pasar.
Ia menyebut warga sudah mulai datang dan mengantre sejak pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar tersebut.
“Komoditas yang paling banyak diserbu warga memang minyak goreng, gula, dan beras. Sejak pagi masyarakat sudah mulai mengantre,” kata Riany.
Dalam operasi pasar itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang menjual beras SPHP ukuran lima kilogram seharga Rp58.000, minyak goreng Minyak Kita ukuran satu liter seharga Rp15.000, serta gula pasir ukuran satu kilogram seharga Rp14.000.
Riany menjelaskan, harga gula pasir di pasaran saat ini sudah mencapai sekitar Rp18.000 per kilogram sehingga selisih harga yang diberikan dalam operasi pasar cukup membantu masyarakat.
“Harga gula di luar sudah sekitar Rp18.000 per kilogram. Jadi harga Rp14.000 di operasi pasar tentu sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat, operasi pasar juga menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah yang rutin dilakukan pemerintah menjelang hari besar keagamaan nasional.
Pemerintah daerah berharap intervensi harga melalui pasar murah dapat menjaga kestabilan pasokan dan mencegah lonjakan harga yang terlalu tinggi di tingkat konsumen.
Menurut Raja Ariza, pengendalian harga pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, distributor, pelaku usaha, dan masyarakat agar kondisi ekonomi tetap stabil.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar dan melakukan langkah-langkah intervensi apabila diperlukan.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar menjelang Iduladha,” kata Raja Ariza.
Melalui kegiatan operasi pasar tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu menekan laju inflasi daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.














