Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah (Pemko) Kota Tanjungpinang menjajaki peluang kerja sama dengan PT Outline Dutch Core (ODC Energy) untuk mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dengan Presiden Direktur ODC Energy Jan Harkema di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan ini membahas potensi pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif sekaligus upaya memperbaiki pengelolaan sampah di Tanjungpinang. Rencana tersebut masih memerlukan identifikasi kondisi sampah serta kajian kelayakan teknis dan finansial.
Dalam kunjungannya, Jan memperkenalkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi yang dikembangkan ODC Energy bersama mitra teknologinya, Harvest Waste B.V. dari Belanda.
Ia mengatakan, langkah awal untuk menjajaki pengembangan fasilitas tersebut adalah mengidentifikasi volume dan karakteristik sampah di Tanjungpinang. Data itu diperlukan untuk menentukan kapasitas pengolahan dan memperkirakan energi listrik yang dapat dihasilkan.
“Untuk mengembangkan proyek ini, kita perlu memahami terlebih dahulu kondisi dan potensi sampah yang tersedia di Tanjungpinang. Data tersebut penting untuk menentukan skala fasilitas pengolahan, memperkirakan potensi energi listrik yang dapat dihasilkan, serta mengkaji kelayakan teknis dan finansialnya,” ujar Jan.
“Kami berharap penjajakan ini dapat menjadi langkah awal untuk melihat peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” lanjutnya.
Sesuaikan teknologi dengan kondisi daerah
Lis menyambut baik penjajakan tersebut sebagai peluang untuk mencari alternatif penanganan sampah di Tanjungpinang.
Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah.
“Kami menyambut baik inisiatif ODC Energy untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Pengelolaan sampah membutuhkan penanganan yang terencana dan berkelanjutan. Karena itu, kami terbuka terhadap pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah, termasuk potensi pengolahan sampah menjadi energi,” ujar Lis.
Ia menilai, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif perlu dipelajari lebih lanjut sebelum ditindaklanjuti. Pemko Tanjungpinang akan mengkaji program yang ditawarkan untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan daerah.
“Ini merupakan langkah baik dalam menjajaki alternatif sumber energi bagi daerah. Kami akan mempelajari lebih lanjut program yang ditawarkan ODC Energy, termasuk potensi pengolahan sampah menjadi energi, untuk kemudian ditindaklanjuti melalui kajian sesuai kebutuhan dan kondisi Kota Tanjungpinang,” katanya.
Perlu kajian lebih lanjut
Lis berharap penjajakan dengan ODC Energy dapat dilanjutkan melalui kajian yang komprehensif. Kajian tersebut diperlukan untuk menilai peluang penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi di Tanjungpinang.
“Kami berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui kajian lebih lanjut sehingga program pengolahan sampah menjadi energi berpotensi diterapkan di Tanjungpinang. Dengan demikian, sampah dapat dikelola lebih optimal sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi volume dan karakteristik sampah, pilihan teknologi pengolahan, serta peluang kerja sama pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.









