Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mendukung pelaksanaan PLN Circular Waste Initiative dan sosialisasi Bank Sampah A-Green di Kompleks Taman Aries Blok A, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Kamis (27/8/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi PLN, komunitas A-Green, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan permukiman.
Melalui kolaborasi itu, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong penerapan ekonomi sirkular dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Depika Romadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri.
Penanganan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi. Pemkot Jakarta Barat sangat mendukung program ini karena sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah,” ujar Depika.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga dan dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dipilah dan diolah sehingga mempunyai nilai guna maupun nilai ekonomi.
Karena itu, Depika mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci untuk menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat, dan hijau.
Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar program pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengatakan Circular Waste Initiative merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan upaya pengurangan emisi karbon.
Rita mengapresiasi komunitas A-Green dan warga Taman Aries yang telah menjalankan berbagai kegiatan pengelolaan sampah secara mandiri.
“Kami mengapresiasi A-Green dan warga Taman Aries yang konsisten memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk dan maggot, serta menabung sampah plastik,” kata Rita.
Menurut Rita, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Partisipasi langsung masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui pemilahan, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dapat dikumpulkan melalui bank sampah agar kembali memiliki nilai ekonomi.
Koordinator A-Green, Andi Tjahja, mengatakan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dimanfaatkan untuk memperkuat pengelolaan sampah di kawasan Taman Aries Blok A.
Dukungan tersebut diarahkan untuk pengembangan sarana pengelolaan sampah, pelaksanaan edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kegiatan operasional bank sampah.
Andi berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, Taman Aries Blok A tidak hanya mampu mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi kawasan permukiman lain.
“Program ini diharapkan menjadikan Taman Aries Blok A sebagai salah satu percontohan kawasan mandiri sampah di Jakarta Barat,” ujar Andi.
Kolaborasi antara pemerintah, PLN, komunitas, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu memperluas penerapan ekonomi sirkular di tingkat permukiman.
Program ini sekaligus menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat bagi lingkungan serta meningkatkan nilai ekonomi bagi warga.














