Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Festival Kopi Merdeka (FKM) 2026 yang akan berlangsung di kawasan Kota Lama Tanjungpinang pada 20–23 Agustus 2026. Berbagai aspek penataan dibahas agar festival tahunan tersebut dapat berlangsung tertib, nyaman, bersih, serta memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Kamis (30/7/2026).
Rapat dihadiri sejumlah perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, camat, lurah, serta ketua RT dan RW di kawasan Kota Lama yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan festival.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan mengatakan, Festival Kopi Merdeka tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima. Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Kepri bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi kopi dan ekonomi kreatif daerah.
Menurut Hasan, penataan kawasan menjadi perhatian utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Kota Lama.
“Kita ingin Festival Kopi Merdeka ditata dengan baik sehingga memberikan kesan positif bagi masyarakat dan wisatawan. Karena itu, semua pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk menyukseskannya,” kata Hasan.
Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut digelar untuk menghimpun berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan terhadap rancangan tata letak (layout) kawasan festival.
Berbagai aspek yang dibahas meliputi penempatan panggung utama, area bazar UMKM, stan kopi, kantong parkir, jalur pejalan kaki, pengaturan arus lalu lintas, hingga sistem pengelolaan kebersihan selama pelaksanaan festival.
Menurut Hasan, seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi sebelum dibahas kembali dalam rapat lanjutan hingga akhirnya ditetapkan pada rapat final.
“Penataan ini tidak mengubah substansi Festival Kopi Merdeka. Kami meminta dukungan dan masukan dari seluruh pihak agar festival ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Hasan menambahkan, keberhasilan Festival Kopi Merdeka tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang berada di kawasan Kota Lama.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan penyelenggaraan festival yang tertib sekaligus memperkuat citra Tanjungpinang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Riau.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menyatakan kesiapan jajarannya mendukung pelaksanaan Festival Kopi Merdeka melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Menurut Teguh, publikasi yang masif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Tanjungpinang selama festival berlangsung.
“Melalui sosialisasi yang dilakukan, masyarakat dapat mengetahui informasi kegiatan dan ikut mendukung agar Festival Kopi Merdeka berjalan dengan baik,” tutur Teguh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Devi Andika, menjelaskan Festival Kopi Merdeka 2026 akan menghadirkan beragam hiburan dan atraksi yang dikemas untuk menarik minat masyarakat.
Sejumlah musisi nasional yang dijadwalkan tampil di antaranya Virgoun, Fauzana, dan Aprilian. Selain pertunjukan musik, festival juga akan diramaikan dengan bazar kopi tradisional dan modern, bazar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertunjukan seni budaya Nusantara, fashion carnival, hingga fashion show contest.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi sektor pariwisata sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat dan wisatawan.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan sekitar 4.200 wisatawan akan mengunjungi Festival Kopi Merdeka 2026 selama empat hari penyelenggaraan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan melalui kolaborasi lintas sektor, Festival Kopi Merdeka diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi kopi dan budaya lokal, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Riau.










