Penangkaran Jangkrik di Lebak Tumbuh Pesat, Jadi Sumber Ekonomi Warga

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Usaha penangkaran jangkrik di Kabupaten Lebak, Banten, kini berkembang pesat dan menjadi salah satu sumber penghasilan andalan masyarakat. Tingginya permintaan pakan burung dari pedagang kios burung membuat usaha budidaya jangkrik semakin diminati warga.

Sejumlah penangkar di wilayah Rangkasbitung, Cibadak, hingga Kalanganyar mengaku permintaan jangkrik terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Salah seorang penampung jangkrik di Kecamatan Cibadak, Deden, mengatakan dirinya saat ini bermitra dengan puluhan penangkar untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kami memiliki sekitar 115 bok produksi dengan 30 penangkar binaan. Setiap hari usaha ini terus menghasilkan pendapatan bagi masyarakat,” kata Deden, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, pola kemitraan dilakukan dengan menyediakan modal produksi kepada peternak, seperti bok penangkaran dan pakan jangkrik. Setelah masa panen sekitar 30 hari, hasil produksi kemudian ditampung untuk dipasarkan ke pedagang pengecer kios burung.

Deden menjelaskan, dari seluruh penangkar binaannya, produksi jangkrik rata-rata mencapai 50 kilogram per hari. Jangkrik tersebut dijual dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram.

“Dalam sehari omzet penjualan bisa mencapai sekitar Rp2 juta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Samsudin, penangkar jangkrik asal Rangkasbitung. Ia mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama dari wilayah Rangkasbitung dan Serang.

“Permintaan sekarang mencapai sekitar 100 kilogram per hari, padahal sebelumnya hanya sekitar 60 kilogram,” kata Samsudin.

Ia mengatakan, usaha budidaya jangkrik yang dijalankannya juga menggunakan sistem kemitraan dengan sekitar 50 anggota penangkar. Seluruh hasil produksi anggota kemudian ditampung untuk dipasarkan kembali.

Dengan produksi mencapai 100 kilogram per hari dan harga jual Rp40.000 per kilogram, omzet penjualan yang diperoleh kini mencapai sekitar Rp4 juta per hari.

“Usaha penangkaran jangkrik ini sekarang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Kelompok Usaha Penangkaran Jangkrik Kabupaten Lebak, Muhidin, mengatakan usaha budidaya jangkrik di daerah tersebut terus tumbuh karena permintaan pasar yang tinggi. Bahkan, pasokan jangkrik dari Lebak sudah menjangkau sejumlah daerah di luar wilayah, seperti Serang, Tangerang, hingga DKI Jakarta.

Menurut dia, ratusan penangkar saat ini tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, di antaranya Rangkasbitung, Cibadak, dan Kalanganyar.

“Kami mendorong para penangkar untuk terus meningkatkan produksi karena usaha ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja,” kata Muhidin.

Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap burung kicau menjadi salah satu faktor yang membuat permintaan pakan jangkrik terus meningkat.

Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki berharap usaha penangkaran jangkrik dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Hasbi, peluang usaha budidaya jangkrik masih cukup prospektif karena tingginya kebutuhan pasar, terutama dari komunitas pencinta burung berkicau di wilayah Banten dan sekitarnya.

“Kami berharap penangkaran jangkrik ini dapat menjadi andalan ekonomi masyarakat sekaligus membantu mempercepat penurunan angka kemiskinan,” kata Hasbi.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *