Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat investasi sektor perumahan di daerah tersebut terus tumbuh seiring tingginya permintaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin H, mengatakan program pembangunan 3 juta rumah bagi MBR yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto turut mendorong meningkatnya investasi perumahan di Lebak.
“Kami mengapresiasi program 3 juta rumah untuk MBR karena berdampak positif terhadap peningkatan investasi perumahan di Kabupaten Lebak,” kata Robertus, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, realisasi investasi sektor perumahan pada 2025 memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian investasi daerah. Total realisasi investasi Kabupaten Lebak bahkan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun.
Menurut Robertus, pertumbuhan investasi perumahan MBR di Lebak ditopang oleh tingginya permintaan masyarakat, terutama dari pekerja yang beraktivitas di wilayah Jabodetabek. Faktor pendukung lainnya adalah kemudahan akses transportasi, seperti layanan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) Rangkasbitung–Jakarta.
Selain itu, pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang juga turut mendorong berkembangnya kawasan perumahan di sejumlah wilayah, seperti Maja, Curugbitung, Sajira, Rangkasbitung, Kalanganyar, Warunggunung, dan Cibadak.
“Kondisi tersebut membuat investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) cukup banyak masuk ke Lebak, di antaranya melalui pengembangan perumahan oleh PT Citra Maja Raya, PT Karian City, dan PT Royal Garden,” ujar Robertus.
Ia menambahkan, Lebak menjadi tujuan investasi perumahan karena ketersediaan lahan yang luas serta harga tanah yang relatif lebih terjangkau dibandingkan wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, maupun Cikarang.
“Kami meyakini pertumbuhan sektor perumahan ini akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” katanya.
Sementara itu, Selly (35), warga asal Jakarta, mengaku memilih tinggal di Perumahan Royal Garden Rangkasbitung karena harga yang terjangkau. Ia bersama keluarganya menempati rumah subsidi dengan angsuran kredit sekitar Rp1,2 juta per bulan selama 15 tahun.
“Kami bekerja di Jakarta. Setiap hari berangkat dan pulang menggunakan KRL,” ujar Selly.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








