Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan Pacu Jalur Event Nasional 2026 terus dimatangkan agar berlangsung sukses, aman, tertib, dan meriah. Meski di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan terbaik bagi masyarakat serta wisatawan yang akan datang menyaksikan perlombaan budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, usai melantik Muradi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (30/7/2026).
Menurut Muklisin, Pacu Jalur bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi sekaligus salah satu kalender wisata nasional yang setiap tahun mampu menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus melakukan berbagai langkah strategis agar pelaksanaan Pacu Jalur yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, dapat berjalan sesuai harapan.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar event kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi ini berlangsung meriah, meskipun saat ini daerah sedang menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat,” ujar Muklisin.
Ia mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun tamu yang akan hadir menyaksikan Pacu Jalur. Oleh sebab itu, pemerintah daerah melakukan berbagai penyesuaian serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan tetap dapat dipenuhi secara efektif dan efisien.
Muklisin menjelaskan, persiapan yang dilakukan tidak hanya menyangkut aspek teknis perlombaan, tetapi juga meliputi pengamanan, kebersihan kawasan arena, penataan lokasi, pelayanan kepada tamu, rekayasa lalu lintas, hingga koordinasi dengan berbagai instansi terkait di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan event budaya yang telah menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.
“Pemerintah daerah terus melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi penyelenggaraan, pengamanan, maupun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan kementerian terkait, sehingga pelaksanaan Pacu Jalur tahun ini dapat memberikan kesan terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.
Muklisin juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat terkait rencana kehadiran sejumlah pejabat negara dalam pembukaan Pacu Jalur Event Nasional 2026.
Ia menyebutkan, pembukaan kegiatan direncanakan akan dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia. Namun, hingga saat ini kehadiran Menteri Sosial masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah pusat.
“Apabila nanti Bapak Menteri berhalangan hadir, maka pembukaan Pacu Jalur akan dilakukan oleh Bapak Plt Gubernur Riau,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah pusat, Muklisin menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Riau yang turut memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya Pacu Jalur.
Menurutnya, Plt Gubernur Riau telah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan event nasional tersebut melalui pemberian bantuan sebesar Rp1 juta untuk setiap jalur yang akan mengikuti perlombaan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para peserta sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah provinsi dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kuantan Singingi.
“Yang jelas, seluruh persiapan terus kita matangkan. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau tentu menjadi penyemangat bagi para peserta dan panitia dalam menyukseskan event nasional ini,” ucap Muklisin.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), panitia pelaksana, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk bergotong royong menyukseskan Pacu Jalur 2026.
Menurut Muklisin, keberhasilan penyelenggaraan sebuah event berskala nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kekompakan, meningkatkan koordinasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang datang ke Kuantan Singingi selama pelaksanaan Pacu Jalur.
Muklisin optimistis semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Kuantan Singingi akan menjadi modal utama dalam menyelenggarakan event budaya tersebut.
“Doakan kami bisa bekerja secara optimal. Saya minta seluruh OPD tetap kompak, bersatu, dan penuh semangat dalam menjalankan tugas. Sesuai motto daerah kita, Basatu Nagori Maju, Dek Basamo Mako Kan Jadi,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pacu Jalur tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi daerah. Selama pelaksanaan event, ribuan wisatawan diperkirakan akan datang ke Kuantan Singingi, sehingga dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, ia berharap seluruh masyarakat turut menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, serta keramahan kepada para pengunjung.
“Dengan kebersamaan, saya yakin Pacu Jalur tahun ini akan berlangsung sukses dan semakin mengangkat nama Kuantan Singingi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Muklisin.










