Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang berkomitmen memperkuat sinergi dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNN Kota Tanjungpinang AKBP Jamaluddin Syarief Nur di ruang kerja Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam kunjungan silaturahmi itu menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan BNN Kota Tanjungpinang.
Koordinasi tersebut terutama diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Tanjungpinang.
Raja Ariza menyambut baik kunjungan Plt Kepala BNN Kota Tanjungpinang tersebut. Ia berharap komunikasi yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan dan diterjemahkan ke dalam kolaborasi yang mendukung pelaksanaan program P4GN.
“Tentunya komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan BNN Kota Tanjungpinang perlu terus diperkuat, khususnya dalam upaya bersama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Raja Ariza.
Menurut dia, permasalahan narkotika tidak dapat ditangani secara parsial. Pencegahan dan pemberantasannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, BNN, instansi terkait, serta seluruh lapisan masyarakat.
Setiap pihak, lanjut Raja Ariza, memiliki peran dalam membangun lingkungan yang aman sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Pencegahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak harus terus dibangun agar upaya P4GN dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Raja Ariza menilai penguatan koordinasi antarlembaga menjadi penting karena persoalan narkotika tidak hanya menyangkut penegakan hukum. Di dalamnya juga terdapat aspek pencegahan, edukasi, pembinaan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Oleh karena itu, upaya membentengi masyarakat dari narkotika perlu dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Pemerintah dan BNN diharapkan dapat saling mendukung sesuai dengan kewenangan dan tugas masing-masing.
Peran masyarakat juga dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika. Kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Dalam pertemuan tersebut, Raja Ariza juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan komunikasi. Dengan koordinasi yang baik, program pencegahan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan edukasi mengenai bahaya narkotika.
Sementara itu, Plt Kepala BNN Kota Tanjungpinang AKBP Jamaluddin Syarief Nur mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan komunikasi serta memperkuat kerja sama dalam mendukung pelaksanaan program P4GN di daerah.
“Silaturahmi ini menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BNN Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” kata Jamaluddin.
“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan dalam mendukung program P4GN di Kota Tanjungpinang,” sambungnya.
Jamaluddin menegaskan, penanganan persoalan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN. Kompleksitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan dukungan serta kolaborasi lintas sektor.
Selain pemerintah daerah dan instansi terkait, masyarakat juga memiliki posisi penting dalam pencegahan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, instansi terkait maupun masyarakat, untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” tuturnya.
Menurut Jamaluddin, komunikasi yang baik antara BNN dan pemerintah daerah dibutuhkan agar pelaksanaan program P4GN dapat berjalan secara optimal. Kolaborasi juga perlu dijaga agar kegiatan pencegahan tidak berhenti pada agenda sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara konsisten.
Ia berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat hubungan BNN Kota Tanjungpinang dan Pemko Tanjungpinang. Dengan sinergi yang kuat, berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif serta berkelanjutan.
“Kami berharap melalui sinergi yang semakin kuat ini, berbagai upaya P4GN dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Jamaluddin.
“Tentunya kita ingin bersama-sama mewujudkan Kota Tanjungpinang yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua lembaga untuk menjaga koordinasi dalam menghadapi ancaman narkotika. Kerja sama antarlembaga serta keterlibatan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun lingkungan yang aman dan melindungi generasi muda di Kota Tanjungpinang.














