Sambal Gonggong Jadi Produk Unggulan Tanjungpinang, Pelaku UMKM Bidik Pasar Oleh-oleh

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Gonggong selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Kepulauan Riau. Di tangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang, hasil laut tersebut diolah menjadi sambal yang kini ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Pelaku UMKM sambal, Nurdatul Mar’ah, mengatakan, kelompoknya telah memproduksi berbagai jenis sambal sebelum sambal gonggong dikembangkan. Inovasi itu muncul setelah Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong pengembangan makanan khas sebagai produk unggulan daerah.

“Awalnya UMKM kami sudah memiliki produk sambal. Selama ini kami mandiri. Kemudian, ada pencanangan dari Bapak Wali Kota untuk membuat makanan khas sebagai produk unggulan. Maka, dipilihlah sambal,” kata Nurdatul, Selasa (18/8/2026).

Selain sambal gonggong, kelompok UMKM tersebut juga memproduksi sambal teri cabai hijau dan merah, sambal cumi, sambal ebi dan rebon, serta sambal cakalang. Seluruh produk itu menggunakan hasil laut sebagai bahan utama.

Kelompok tersebut beranggotakan 10 pelaku usaha. Sebanyak tujuh orang memproduksi beragam sambal, sedangkan tiga anggota lainnya mengolah hasil laut menjadi abon.

Nurdatul berharap, penetapan sambal gonggong sebagai salah satu produk unggulan daerah dapat memperluas promosi dan pemasarannya. Produk itu diharapkan tidak hanya diperkenalkan dalam kegiatan pemerintah, tetapi juga menjadi pilihan oleh-oleh bagi tamu yang berkunjung ke Tanjungpinang.

Salah satu upaya promosi telah dilakukan dengan memasukkan sambal produksi kelompok tersebut ke dalam bingkisan untuk tamu pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, salah satu isi bingkisan bagi tamu di upacara 17 Agustus adalah sambal kami. Jadi, mungkin ke depannya, apabila ada tamu dari luar yang berkunjung ke OPD, sambal ini bisa diberikan sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Saat ini, pemasaran sambal tersebut masih lebih banyak dilakukan secara daring. Masyarakat yang ingin membeli juga dapat memperoleh informasi mengenai produk dan pelaku usahanya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang.

Peluang untuk memasarkan sambal gonggong melalui swalayan juga dinilai terbuka. Namun, keterbatasan daya simpan masih menjadi salah satu kendala karena produk tersebut dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet.

Dalam suhu ruang, sambal dapat bertahan sekitar tujuh hari. Sementara apabila disimpan di dalam lemari pendingin atau chiller, daya simpannya dapat mencapai satu hingga dua bulan.

Karena itu, Nurdatul berharap swalayan yang nantinya menjalin kerja sama pemasaran dapat menyediakan lemari pendingin khusus. Fasilitas tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas sekaligus memperpanjang masa simpan produk.

“Kalau memang ke depan ada kerja sama dengan swalayan, kami meminta agar tersedia chiller khusus untuk menyimpan sambal,” tuturnya.

Sambal gonggong menjadi salah satu produk unggulan daerah yang diluncurkan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Produk-produk tersebut berasal dari lima kelompok industri kecil dan menengah (IKM) binaan Disdagin serta lima kelompok UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkop dan UM) Kota Tanjungpinang.

Selain sambal gonggong, produk unggulan yang diperkenalkan antara lain serundeng tongkol, serundeng tamban, stik otak-otak, otak-otak beku, bilis kriuk, jilbab, dan film dokumenter sejarah Melayu.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *