Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang bersama Korem 033/Wira Pratama dan PT Jasa Raharja menggelar sosialisasi serta edukasi keselamatan berlalu lintas kepada prajurit TNI di Markas Kodim 0315/Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu membahas sejumlah materi penting, mulai dari tata tertib berlalu lintas, teknik berkendara aman atau safety riding, hingga pengetahuan dasar mengenai kecelakaan lalu lintas.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman dan kedisiplinan pengguna kendaraan. Meskipun berasal dari unsur TNI, setiap prajurit tetap menjadi bagian dari pengguna jalan yang memiliki kewajiban mematuhi peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan.
Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang AKP Dhia Cynthia Siregar mengatakan, keselamatan berlalu lintas tidak hanya berkaitan dengan perlindungan terhadap pengendara, tetapi juga menyangkut keamanan orang lain yang menggunakan jalan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman para prajurit tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan menerapkan safety riding. Keselamatan bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” kata Dhia.
Ia berharap para prajurit TNI dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku berkendara yang aman dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami berharap prajurit TNI dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam berkendara secara aman, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Dhia, budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun melalui edukasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Pengetahuan mengenai peraturan harus diikuti dengan kesadaran serta kedisiplinan ketika berada di jalan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah prinsip dasar berkendara aman. Pengendara diingatkan untuk selalu menaati rambu-rambu, marka jalan, lampu pengatur lalu lintas, serta batas kecepatan yang telah ditetapkan.
Peserta juga diminta menghindari berbagai perilaku yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara, seperti menggunakan telepon seluler. Konsentrasi penuh diperlukan karena perubahan situasi di jalan dapat terjadi sewaktu-waktu dan menuntut respons cepat dari pengendara.
Selain perilaku pengendara, kondisi kendaraan menjadi salah satu aspek yang ditekankan dalam sosialisasi. Pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan dinilai penting untuk mencegah gangguan teknis yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan.
Pengendara perlu memastikan sistem pengereman, lampu utama, lampu sein, klakson, ban, kaca spion, dan komponen penting lainnya dapat berfungsi dengan baik. Kendaraan yang tidak laik jalan bukan hanya membahayakan pengendaranya, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.
Penggunaan perlengkapan keselamatan turut menjadi materi yang disampaikan. Pengendara sepeda motor diminta menggunakan helm berstandar nasional Indonesia dan memasangnya dengan benar.
Pengendara juga disarankan menggunakan alas kaki serta pakaian yang sesuai agar memperoleh perlindungan lebih baik selama perjalanan. Sementara itu, pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat wajib menggunakan sabuk keselamatan.
Perlengkapan keselamatan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko cedera apabila terjadi benturan maupun kecelakaan di jalan raya. Meski tidak dapat sepenuhnya mencegah kecelakaan, penggunaan perlengkapan yang tepat dapat mengurangi tingkat keparahan dampaknya.
Peserta turut memperoleh pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Faktor manusia, seperti kelalaian, kelelahan, kurang konsentrasi, dan pelanggaran aturan, menjadi hal utama yang perlu diwaspadai.
Selain itu, kondisi kendaraan, cuaca, permukaan jalan, penerangan, dan kepadatan arus lalu lintas juga dapat memengaruhi keselamatan perjalanan. Karena itu, pengendara diminta selalu menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan situasi jalan dan lingkungan sekitar.
Satlantas Polresta Tanjungpinang menilai, pemahaman mengenai keselamatan berkendara harus terus ditingkatkan karena kecelakaan dapat berawal dari pelanggaran yang dianggap sepele.
Menggunakan helm, menyalakan lampu sein sebelum berbelok, menjaga jarak aman, tidak melawan arus, dan tidak menerobos lampu lalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kecelakaan.
Kesadaran serta kedisiplinan setiap pengguna jalan menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukatif dan keteladanan.
Kegiatan tersebut diikuti Kanit Patroli Satlantas Polresta Tanjungpinang Iptu Werry Wilson Marbun bersama sejumlah personel Satlantas Polresta Tanjungpinang.
Personel yang hadir antara lain Aipda Yuli Rafita, Bripka Andi Saputra, Brigpol Muhammad Bayu Maulidan, Brigpol Rofik Khalilullah, Brigpol Parada Bimantry, Brigpol Eka Suci Amelia, dan Brigpol Noza Atmaja.
Selain itu, kegiatan tersebut turut diikuti Briptu Lucky Novra Feghian, Bripda Zhacky Nugraha Putra Pratama, serta Bripda Putri Rahmawati.
Melalui sosialisasi itu, para prajurit Kodim 0315/Tanjungpinang diharapkan semakin memahami ketentuan lalu lintas serta mampu menerapkan prinsip safety riding saat menggunakan kendaraan. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat disampaikan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara TNI, Polri, dan Jasa Raharja dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Tanjungpinang.
Kolaborasi lintas instansi dinilai penting karena upaya menekan risiko dan tingkat fatalitas kecelakaan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keselamatan di jalan membutuhkan partisipasi serta kesadaran seluruh elemen masyarakat.
Aparat negara memiliki peran strategis untuk memberikan contoh kepada masyarakat, termasuk dalam kepatuhan menggunakan perlengkapan keselamatan dan menaati seluruh ketentuan lalu lintas.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, perilaku tertib berlalu lintas diharapkan semakin tumbuh. Pengguna jalan juga perlu memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, baik ketika menempuh jarak dekat maupun jauh.
Seluruh rangkaian sosialisasi berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan itu diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai keselamatan berlalu lintas, penerapan safety riding, serta pengetahuan dasar terkait pencegahan kecelakaan lalu lintas.














