Lebak, Jurnalkota.co.id
Seorang warga di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan positif terinfeksi virus chikungunya. Temuan tersebut mendorong petugas kesehatan bersama masyarakat setempat meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Petugas Puskesmas Rangkasbitung, dr Nadia Natasha, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima warga di Desa Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung. Dari hasil pemeriksaan tersebut, satu orang dinyatakan positif chikungunya berdasarkan hasil rapid test.
“Kami melakukan pemeriksaan terhadap lima warga dan hasilnya satu orang teridentifikasi positif terserang virus chikungunya,” kata Nadia di Rangkasbitung, Selasa (23/6/2026).
Warga yang dinyatakan positif tersebut adalah Sopwan Damini (10). Saat ini pasien telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Meski baru satu kasus yang terkonfirmasi, Nadia mengatakan pihaknya tetap mewaspadai potensi penularan terhadap warga lainnya mengingat keberadaan nyamuk penular masih ditemukan di lingkungan permukiman.
Karena itu, Puskesmas Rangkasbitung bersama pemerintah desa dan masyarakat akan mengintensifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Menurut Nadia, langkah tersebut penting untuk memutus rantai penularan penyakit dengan menghilangkan habitat jentik nyamuk.
“Kami telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan menemukan jentik nyamuk yang berpotensi menjadi penyebar chikungunya di lingkungan rumah warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk tersebut umumnya berkembang biak di genangan air bersih yang terdapat di sekitar rumah maupun kebun.
Gejala chikungunya biasanya ditandai dengan demam tinggi mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius, nyeri sendi yang cukup berat terutama pada lutut, pergelangan tangan, dan jari-jari, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas.
Pada sejumlah kasus, penderita bahkan mengalami kesulitan berjalan akibat nyeri sendi yang cukup hebat.
Nadia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi cairan, beristirahat cukup, dan menghindari aktivitas yang berlebihan selama masa pemulihan.
“Jika mengalami gejala chikungunya, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Perbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi dan istirahat yang cukup,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, KH Hasan Basri, mengaku sejumlah anggota keluarganya juga mengalami gejala yang mirip dengan chikungunya dalam dua pekan terakhir.
Ia mengatakan dirinya, istri, menantu, cucu, hingga beberapa santri mengalami demam dan nyeri sendi yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut Hasan, kehadiran petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan memberikan rasa tenang bagi warga yang sebelumnya khawatir dengan kondisi tersebut.
“Kami merasa lega setelah petugas kesehatan dari Puskesmas Rangkasbitung datang melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan kepada warga,” ujarnya.
Di sisi lain, Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Heri, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti di sejumlah titik, terutama di kamar mandi dan barang-barang bekas yang menampung air hujan.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan secara rutin melaksanakan gerakan PSN agar penyebaran chikungunya tidak meluas ke wilayah lain.
“Temuan jentik nyamuk di lingkungan warga menjadi perhatian serius. Upaya pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara bersama-sama agar rantai penularan chikungunya dapat diputus,” kata Heri.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terus melakukan pemantauan dan penyelidikan epidemiologi di wilayah terdampak guna memastikan perkembangan kasus serta mencegah munculnya penularan baru di tengah masyarakat.
Penulis: Noma
Editor: Antoni













