Lebak, Jurnalkota.co.id
Sekolah Rakyat 36 yang mencakup jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Kabupaten Lebak, Banten, menjamin pendidikan berkualitas dengan sistem berasrama (boarding school).
Kepala Sekolah Rakyat 36 Lebak, Tuti Sugiarti, mengatakan pihaknya berkomitmen membimbing anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak. Untuk itu, dilakukan proses penyeleksian sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan gratis serta Talent DNA ESQ guna memetakan bakat, minat, dan kepribadian siswa,” kata Tuti, Selasa (30/9/2025).
Jika ada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau membutuhkan pendampingan inklusif, pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan maupun tenaga psikolog.
Kurikulum Tiga Tahap
Sekolah Rakyat 36 menerapkan tiga tahapan kurikulum, yakni kurikulum matrikulasi selama tiga bulan sebagai masa persiapan, kurikulum nasional, serta kurikulum berasrama.
“Sekolah Rakyat bertujuan mencetak generasi cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menanamkan nilai patriotisme mencintai NKRI. Kami berharap pendidikan ini dapat memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Tuti.
Jumlah Siswa dan Guru
Saat ini, jumlah peserta didik mencapai 100 orang, terdiri dari 25 siswa SRD dan 75 siswa SRMP. Seluruhnya berasal dari keluarga desil 1 dan 2 atau kategori rentan miskin dan miskin ekstrem.
Adapun tenaga pengajar berjumlah 12 guru yang seluruhnya telah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Guru akan mendampingi siswa sejak pagi hingga sore,” ucap Tuti.
Harapan Siswa
Muhammad Risman, salah satu siswa SRMP, mengaku termotivasi untuk belajar sungguh-sungguh. Orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet dengan penghasilan kurang dari Rp50 ribu per hari.
“Kami ingin belajar di Sekolah Rakyat agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan membantu ekonomi keluarga. Cita-cita saya ingin menjadi guru,” tutur Risman.
Penulis: Noma
Editor: Antoni










