Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing untuk siaga penuh menyusul banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Pangean, Kamis (14/5/2026).

Instruksi tersebut disampaikan Suhardiman kepada Kepala Pelaksana BPBD Kuansing agar terus memantau perkembangan debit air, membantu masyarakat terdampak, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam penanganan di lapangan.
Menurut Suhardiman, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya debit air yang berpotensi memperluas wilayah terdampak banjir.
“Saya minta Kalaksa BPBD terus memantau kondisi di lapangan, membantu masyarakat yang terdampak, serta meminta camat dan kepala desa aktif memberikan laporan perkembangan dan segera melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar Suhardiman.
Berdasarkan laporan kaji cepat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kuansing, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Pangean, di antaranya Desa Pauh Angit, Sukaping, Pembatang, dan Pulau Deras.
Di Desa Pauh Angit, banjir dilaporkan merendam sekitar 15 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum seperti mushala dan sekolah. Sementara di Desa Pembatang, sedikitnya 25 rumah warga terdampak akibat meluapnya debit air.
Kondisi paling parah terjadi di Desa Pulau Deras. Tingginya debit air menyebabkan sekitar 50 rumah warga terdampak banjir dan air terus bergerak masuk ke permukiman masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, Yulizar, mengatakan hingga Kamis pagi ketinggian air masih terus mengalami peningkatan dan berpotensi menambah jumlah rumah warga yang terendam.
“Personel BPBD sudah kami turunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal terhadap warga terdampak banjir,” kata Yulizar.
Selain melakukan pemantauan, BPBD Kuansing juga terus berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat, termasuk apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Suhardiman turut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama warga yang tinggal di daerah bantaran sungai dan wilayah rendah yang rawan terendam.
Ia meminta masyarakat mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila membutuhkan bantuan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami minta warga tetap siaga dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi,” ujar Suhardiman.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat BPBD apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Kuansing, kata dia, akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas ke wilayah lain.














