Lebak, Jurnalkota.co.id
Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, KH Hasan Basri, menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat suri teladan dalam menjalankan tugasnya, sekaligus bersikap tegas terhadap bawahan yang melakukan tindak pidana korupsi.
“Figur pemimpin yang memiliki suri teladan akan dicintai masyarakat dan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Cimangenteung, Rangkasbitung itu di Lebak, Sabtu (27/12/2025).
Ia mengatakan, pemimpin formal baik presiden, gubernur, wali kota, maupun bupati harus menampilkan keteladanan dalam merealisasikan pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Hasan Basri, kepemimpinan ideal dapat meneladani Rasulullah SAW dengan menjalankan empat sifat utama, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
Keempat sifat tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat.
Ia menjelaskan, sifat siddiq tercermin dari kejujuran dan integritas pemimpin yang tidak melakukan korupsi serta selalu berpihak pada kebenaran. Sementara amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab dalam menjalankan mandat rakyat.
Adapun sifat tabligh diwujudkan melalui keterbukaan dalam menyampaikan program-program pemerintah secara transparan kepada masyarakat. Sedangkan fathonah menuntut pemimpin memiliki kecerdasan, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam pembangunan.
“Orang pandai dan orang cerdas itu berbeda. Pemimpin harus memiliki kecerdasan,” ujarnya.
Selain itu, Hasan Basri menekankan lima unsur penting yang harus dimiliki pemimpin, yakni keimanan yang kuat, keilmuan yang tinggi, akhlak yang baik, etos kerja yang baik, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan Allah SWT.
Jika kelima unsur tersebut terpenuhi, ia meyakini roda pemerintahan akan berjalan baik dan berdampak pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menegaskan, pemimpin harus bertindak tegas apabila menemukan pelanggaran berat, khususnya tindak pidana korupsi, dengan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“Kami berharap pemimpin memiliki suri teladan, tegas, dan berani merealisasikan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Anggota Fatwa MUI Banten itu.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








