Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan (MIL), bekerja sama dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kepulauan Riau (Kepri), menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Kampus UMRAH, Dompak, Kota Tanjungpinang, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Kegiatan bertema “Akar Hijau Harapan Biru, sebagai Benteng Perubahan Iklim” ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-18 UMRAH serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara diawali di Hall Galeri Tamadun Maritim dan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di kawasan yang kini dinamai “Selat Satu Gurindam” nomenklatur yang diperkenalkan oleh mahasiswa MIL sebagai bentuk pelestarian budaya dan lingkungan.
Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti menyampaikan pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga iklim dan keseimbangan ekologi pesisir, serta mendorong penerapan ekonomi biru yang berkelanjutan.
“Penanaman mangrove ini bukan hanya simbolik, tetapi juga bentuk nyata peran kampus dalam merespons krisis iklim,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri, Hendri, menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam pelestarian lingkungan. Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk aktif mengarusutamakan isu lingkungan dalam pendidikan dan riset.
Ketua panitia kegiatan, Hermansyah, menyebut aksi ini sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap pelestarian alam. Sementara itu, Koordinator Program Studi MIL, Dr. Febrianti Lestari, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam membangun identitas lingkungan kampus.
“Ini adalah langkah penting dalam membentuk karakter kampus maritim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya dalam aksi lingkungan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, UMRAH mempertegas komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menjaga pesisir dan ikut andil dalam upaya menghadapi perubahan iklim.








