Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang menerjunkan petugas kebersihan untuk membersihkan rute Gerak Jalan Proklamasi kategori 45 kilometer, Minggu (30/8/2026).
Petugas mulai bergerak setelah peserta dan masyarakat meninggalkan lokasi kegiatan. Mereka menyisir sampah di sepanjang rute gerak jalan hingga kawasan finis di Pelataran Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang.
Sampah yang ditemukan, khususnya kemasan makanan dan minuman di titik-titik keramaian, dikumpulkan dan diangkut. Pembersihan dilakukan untuk memulihkan kebersihan kawasan setelah dipadati peserta dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut.
Kepala DLH Kota Tanjungpinang Ahmad Yani mengatakan, dukungan terhadap Gerak Jalan Proklamasi telah dilakukan sejak kategori 17 kilometer dan 8 kilometer hingga kategori terakhir, yakni 45 kilometer.
Menurut dia, dalam setiap kegiatan, DLH menyiagakan petugas kebersihan untuk menangani sampah di sepanjang rute maupun kawasan finis.
“Sejak gerak jalan 17 kilometer, kemudian 8 kilometer, dan terakhir 45 kilometer, kami sudah berkomitmen mendukung kegiatan ini dari sisi kebersihan. Petugas kami siagakan dan setelah kegiatan selesai langsung melakukan pembersihan,” ujar Ahmad Yani.
Ia mengatakan, kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan penonton membutuhkan kesiapan berbagai pihak, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, DLH memastikan petugas berada di lapangan dan langsung melakukan pembersihan setelah rangkaian kegiatan berakhir.
“Kami ingin kegiatan berjalan dengan baik dan meriah. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana setelah kegiatan selesai, kondisi kota kembali bersih. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ahmad Yani juga mengapresiasi para petugas kebersihan yang telah bekerja sejak rangkaian awal Gerak Jalan Proklamasi hingga berakhirnya kategori 45 kilometer.
Para petugas tetap bekerja ketika peserta dan masyarakat mulai meninggalkan lokasi. Mereka memastikan ruas jalan yang dilalui peserta serta kawasan Tugu Sirih kembali bersih dan tertata.
Sampah Didominasi Kemasan Makanan dan Minuman
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Tanjungpinang Anna Primadona mengatakan, petugas telah ditempatkan di sejumlah titik di sepanjang rute kegiatan.
“Mulai dari kegiatan 17 kilometer, 8 kilometer, sampai 45 kilometer, petugas kami sudah turun dan bekerja. Khusus setelah gerak jalan 45 kilometer selesai, kami langsung melakukan penyisiran dari jalur kegiatan sampai kawasan Tugu Sirih,” kata Anna.
Ia menjelaskan, petugas membersihkan sampah yang ditinggalkan selama kegiatan. Sampah tersebut didominasi kemasan makanan dan minuman yang ditemukan di sepanjang jalur serta lokasi yang menjadi pusat keramaian.
Menurut Anna, pembersihan harus segera dilakukan agar sampah tidak terlalu lama menumpuk dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Begitu peserta mulai meninggalkan lokasi, tim langsung bergerak. Kami tidak ingin sampah dibiarkan terlalu lama. Setelah disisir dan dibersihkan, kawasan yang sebelumnya ramai kembali terlihat bersih dan nyaman,” ujarnya.
Anna menambahkan, penempatan petugas kebersihan dalam setiap rangkaian Gerak Jalan Proklamasi merupakan bentuk dukungan DLH terhadap agenda Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terutama pada kegiatan yang mendatangkan banyak peserta dan penonton.
DLH juga mengajak peserta dan masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan selama mengikuti kegiatan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami dari DLH akan terus berkomitmen memberikan pelayanan, tetapi masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan. Jika semua peduli, Kota Tanjungpinang akan semakin nyaman dan indah,” tutur Anna.
Gerak Jalan Proklamasi kategori 45 kilometer merupakan rangkaian terakhir perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungpinang.
Dengan pembersihan yang dilakukan setelah kegiatan berakhir, ruas jalan yang dilalui peserta dan kawasan finis di Pelataran Tugu Sirih dapat kembali digunakan masyarakat dalam kondisi bersih dan nyaman.














