Wakapolresta Tanjungpinang: Kerukunan Beragama Penting untuk Menjaga Kamtibmas

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Nilai-nilai kearifan lokal Rukun Budaye Kite menjadi fokus pembahasan dalam workshop penguatan budaya kerukunan umat beragama di Hotel Nite & Day, Jalan Bintan, Kota Tanjungpinang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dibuka Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tersebut dihadiri Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Farouk Oktora, pejabat pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta akademisi.

Turut hadir tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Provinsi Kepulauan Riau.

Workshop bertajuk “Perumusan Rukun Budaye Kite sebagai Kearifan Lokal untuk Penguatan Budaya Kerukunan Umat Beragama di Kepulauan Riau” ini diselenggarakan untuk merumuskan nilai-nilai lokal yang dapat mendukung keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad mengatakan, Kepri memiliki posisi geostrategis yang istimewa serta masyarakat dengan beragam latar belakang suku dan agama.

Menurut dia, keberagaman tersebut merupakan kekayaan daerah yang perlu dijaga melalui toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati.

Ansar Ahmad mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Ia berharap perumusan Rukun Budaye Kite dapat menjadi landasan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat kerukunan umat beragama di Kepri.

Kerukunan mendukung keamanan masyarakat

Sementara itu, Farouk mengatakan, kerukunan umat beragama merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal tersebut, menurut dia, memiliki arti penting bagi Kepri yang masyarakatnya terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama.

“Melalui perumusan Rukun Budaye Kite sebagai kearifan lokal, kita berharap nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan semakin kuat di tengah masyarakat. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar Farouk.

Kehadiran Wakapolresta Tanjungpinang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap penguatan kerukunan dan hubungan antarelemen masyarakat.

Farouk menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menjaga suasana yang aman dan damai. Kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat diharapkan terus memperkuat hubungan dalam memelihara keharmonisan.

“Polri mendukung upaya penguatan kerukunan umat beragama sebagai bagian dari pemeliharaan kamtibmas. Dengan sinergi seluruh pihak dan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kita berharap situasi di Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepulauan Riau secara umum tetap aman, damai, dan kondusif,” kata Farouk.

Jasa Maklon Skincare Tangerang Supplier Sabun Cair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *