Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Persoalan air bersih, kawasan rawan banjir, infrastruktur jalan, dan ketersediaan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Tanjungpinang pada usia ke-25 tahun sebagai kota otonom.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan penanganan berbagai persoalan tersebut secara bertahap.
“Kita tidak bisa menuntaskan semua persoalan sekaligus, tapi meminimalkan permasalahan,” kata Lis kepada wartawan seusai mengikuti dialog Tanjungpinang Pagi di Kantor RRI Tanjungpinang, Jumat (16/10/2026).
Dialog tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang dengan tema “25 Tahun Menuju Tanjungpinang Sejahtera: Apa yang Masih Menjadi Pekerjaan Rumah?”
Dalam kesempatan itu, Lis memaparkan sejumlah langkah yang telah dikerjakan maupun disiapkan Pemko, mulai dari rencana pembangunan sumur bor hingga penjajakan kerja sama penyaluran tenaga kerja.
Siapkan sumur bor di kawasan padat penduduk
Lis menyebut ketersediaan air bersih sebagai salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan sekitar 15–20 tahun lalu, ketika persoalan kekeringan, menurut dia, belum dirasakan seperti sekarang.
“Dulu, kalau bicara soal kekeringan, itu tentu tidak pernah terjadi. Tapi sekarang, begitu seminggu tidak hujan, terjadi kekeringan,” ujarnya.
Menurut Lis, perkembangan kota yang tidak diimbangi perhatian terhadap faktor lingkungan turut memengaruhi kondisi tersebut. Karena itu, penanganan persoalan air bersih perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.
Pemko Tanjungpinang telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menyiapkan upaya penanganan.
Salah satu opsi yang disiapkan pada 2027 adalah pembangunan sumur bor di sejumlah kawasan padat penduduk. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.
Penanganan banjir dilakukan bertahap
Selain air bersih, penataan kawasan rawan banjir juga masuk dalam agenda penanganan Pemko Tanjungpinang.
Lis mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait penanganan kawasan tersebut. Penataan di sejumlah titik direncanakan mulai dilakukan secara bertahap pada 2027.
Upaya itu diarahkan untuk mengurangi genangan serta dampaknya terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
“Minimal debit air yang menggenangi lingkungan itu berkurang, sehingga tidak memberikan dampak negatif dan risiko bagi masyarakat,” tutur Lis.
Sementara itu, di bidang infrastruktur jalan, Lis menyampaikan bahwa sejumlah perbaikan akses telah dikerjakan pada 2026. Salah satunya adalah penanganan jalan di kawasan Moco.
Perbaikan akses jalan tersebut menjadi bagian dari penanganan kebutuhan infrastruktur kota, di samping rencana penyediaan air bersih dan penataan kawasan rawan banjir.
Pembukaan gerai diperkirakan serap 100 pekerja
Terkait lapangan kerja, Lis menyampaikan bahwa rencana pembukaan 10 gerai Alfamart di Tanjungpinang diperkirakan dapat menyerap sekitar 100 tenaga kerja pada tahap awal.
Pelamar dapat mendaftar melalui Dinas Tenaga Kerja untuk menjalani pemeriksaan persyaratan administrasi dan domisili.
Lis berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Tanjungpinang. Pemko berupaya agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas dengan tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Bukan berarti kita menutupi untuk anak luar, tapi tentu kita mencoba memprioritaskan anak-anak tempatan untuk bekerja,” ucapnya.
Selain peluang kerja dari rencana pembukaan gerai tersebut, Pemko Tanjungpinang menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan di luar daerah.
Penjajakan itu dilakukan untuk membuka peluang penyaluran tenaga kerja asal Tanjungpinang sesuai kebutuhan perusahaan.









