Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyoroti antrean panjang kendaraan yang mengisi solar bersubsidi di SPBU Batu 8 Atas, Minggu (11/10/2026).
Saat melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut, Lis mendapati antrean truk dan lori hingga ke jalan umum. Menurut dia, penumpukan kendaraan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan kuota, tetapi juga diduga dipengaruhi praktik kecurangan dalam pengisian BBM.
“Di lapangan masih terjadi seperti tukar pelat kendaraan, warna mobil yang tidak sesuai dengan STNK, hingga penggunaan Fuel Card milik orang lain,” ujarnya.
Lis mengatakan, dugaan penyalahgunaan tersebut perlu menjadi perhatian dalam pengawasan distribusi solar bersubsidi. Manipulasi identitas kendaraan maupun penggunaan kartu pengisian milik pihak lain berpotensi menghambat penyaluran BBM kepada masyarakat yang berhak.
Ia menjelaskan, kuota solar bersubsidi di setiap daerah terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing. Karena itu, penyalurannya harus diawasi agar tepat sasaran.
“Kuota Solar bersubsidi untuk setiap daerah itu terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing. Jika ada oknum yang bermain, tentu ini merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait.
Rapat itu direncanakan membahas evaluasi mekanisme pembayaran serta penguatan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di lapangan.
Lis juga menyampaikan rencana penggunaan teknologi digital untuk mendukung pengawasan pengisian BBM. Salah satu teknologi yang disebutnya adalah sistem pengenalan wajah atau face recognition.
“Ke depan kita akan terapkan pengawasan berbasis teknologi digital, misalnya sistem Face Recognition, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum untuk memanipulasi atau menukar-nukar kendaraan saat pengisian di lapangan,” ujarnya.















