Pekanbaru, Jurnalkota.co.id
Momen haru mewarnai agenda Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, Senin (11/5/2026).
Di sela agenda kegiatan pemerintahan di Teluk Kuantan dan Pekanbaru, Suhardiman menyempatkan diri berziarah ke makam pejuang kemerdekaan yang juga merupakan kakek kandungnya, almarhum Datuk Bandaro Kuning, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma, Kota Pekanbaru.

Dalam ziarah tersebut, Suhardiman didampingi sepupu kandungnya, Gusman Putra Yuda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Suasana haru terlihat saat Suhardiman menaburkan bunga dan memanjatkan doa di pusara Datuk Bandaro Kuning yang berada di Blok G Nomor 375 kawasan TMP Kusuma Dharma.
Ziarah itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa sang kakek yang dikenal sebagai salah satu pejuang Angkatan 45 asal Kuantan Singingi.
Datuk Bandaro Kuning tercatat sebagai tokoh pejuang yang turut berjuang pada masa Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sosoknya dikenang masyarakat Kuansing sebagai pejuang yang memiliki semangat patriotisme tinggi dalam memperjuangkan bangsa dan daerah.
Suhardiman mengaku bangga sekaligus terharu dapat kembali berziarah ke makam kakeknya yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
“Sebagai cucu kandung seorang pejuang Angkatan 45, saya tentu merasa bangga dan terus berdoa agar almarhum Datuk Bandaro Kuning mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Suhardiman.
Menurut Suhardiman, semangat perjuangan yang diwariskan para pejuang kemerdekaan harus terus menjadi motivasi bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.
“Semangat perjuangan beliau menjadi motivasi bagi kami generasi penerus untuk terus mengabdi kepada masyarakat, daerah, dan bangsa,” katanya.
Suhardiman juga mengajak generasi muda, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi, untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan.
Ia menilai kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini lahir dari pengorbanan besar para pejuang bangsa.
“Jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para pejuang. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan luar biasa para pendahulu kita,” ucapnya.
Datuk Bandaro Kuning diketahui wafat pada tahun 1949 dan dimakamkan di TMP Kusuma Dharma Pekanbaru.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, Suhardiman turut didampingi Kabag Umum Setda Kuansing Deswan Antoni, Kabag Protokoler Zainal Abidin, serta Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing Hevi H. Antoni.














