Cegah Tawuran Terulang, Pemkot Jakarta Barat Buka Pelatihan Kerja bagi Warga Krukut dan Tanah Sereal

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar silaturahmi bersama warga Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, dan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, menyusul insiden tawuran yang terjadi pada awal Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Grha Finelink, RW 01 Kelurahan Krukut, Senin (5/1/2026) malam.

Silaturahmi tersebut dihadiri Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Camat Taman Sari Simson Hutagalung, Camat Tambora Pangestu Aji, para lurah se-Kecamatan Taman Sari dan Tambora, unsur Tiga Pilar, pengurus RT/RW, serta perwakilan masyarakat dari kedua wilayah.

Dalam pertemuan itu, Iin menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus mencari solusi bersama agar konflik serupa tidak terulang.

“Saya senang bisa berdialog dan mendengarkan langsung apa yang diinginkan warga. Pemerintah hadir bukan untuk memaksakan kehendak, tetapi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Iin.

Sebagai langkah konkret pencegahan tawuran, Pemkot Jakarta Barat membuka akses pelatihan kerja bagi warga Krukut dan Tanah Sereal melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) bekerja sama dengan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi. Warga difasilitasi mengikuti berbagai program pelatihan sesuai minat dan kebutuhan.

“Kami siapkan kesempatan khusus. Bahkan nanti akan difasilitasi bus sekolah dari Dinas Perhubungan agar warga bisa melihat langsung kegiatan pelatihan di PPKD,” kata Iin.

Di PPKD, tersedia beragam pelatihan keterampilan, mulai dari bengkel sepeda motor, tata boga, tata rias, barista, hingga keterampilan lainnya. Program pelatihan berlangsung selama tiga bulan dan peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Iin juga menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki wilayah Taman Sari dan Tambora. Menurut dia, Taman Sari memiliki kekuatan di sektor pariwisata dan budaya, sementara Tambora dikenal sebagai sentra industri konveksi.

“Di Tambora banyak usaha konveksi yang membutuhkan tenaga penjahit, obras, dan keterampilan lainnya. Ini peluang kerja yang sangat dekat dengan warga,” ujarnya.

Dalam upaya mencegah tawuran, Iin menekankan pentingnya memperbanyak aktivitas positif bagi generasi muda, mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, hingga seni dan budaya. Ia juga mengingatkan dampak negatif media sosial, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan narkoba yang kerap menjadi pemicu konflik.

“Banyak tawuran berawal dari media sosial. Anak-anak harus bijak dalam bergaul dan menggunakan media sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Taman Sari Simson Hutagalung menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni sebagai ajang silaturahmi antarwarga, bukan forum mediasi.

“Kita berkumpul untuk mempererat silaturahmi. Karena pada dasarnya kita semua satu keluarga besar di Jakarta Barat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Tambora Pangestu Aji. Ia berharap kegiatan ini dapat menyatukan persepsi dan memperkuat kebersamaan antarwarga dari dua wilayah.

“Meski banyak informasi simpang siur, yang terpenting malam ini kita merajut kembali keharmonisan demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

 

Penulis: Awal
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *